Tuesday, 18 June 2013

puisi rindu

Sayang, izinkan aku tuliskan puisi rindu untukmu
Saat matahari tenggelam, maka pandangilah dia
Aku akan hadir di antara siluet-siluet rindu
Sayang, lihatlah. Bukankah senja itu indah
Ada gumpalan-gumpalan merah saga di ujung sana
Indah, memancarkan cahaya, bagaikan melagukan kerinduan
Metahari kian tenggelam di makan oleh gelapnya malam
Namun ia akan tetap hadir hari esok sayang.
Meski nyawa tak lagi di badan
Sayang, angin disini sungguh dingin.
Ku titipkan pesan rindu ini padamu melaluinya
Ku harap kau merasakan kerinduan ini
Di setiap nafasmu yang kau hirup
Telah ku titipkan pesan rindu yang di bawa angin lalu
Sayang, rasakan kerindanku
Aku sungguh merindukanmu di sisni.


Tungkop. 17 Juni 2013 (17:59 WIB)

No comments:

Post a Comment