Hujan adalah Aku


Hujan. Rinainya membasahi genteng rumahku. Deras, cuma sebentar bagai angin lalu. Ini malam minggu, rinainya turun dengan perlaan, dingin. "Hujan adalah aku" terlintas kata itu di benakku. Ya, hujan adalah aku. Semua orang mengatakan itu bahwa setiap hujan datang pasti ada aku dibaliknya. Oia aku lupa memperkenalkan diri, Namaku Rahmat sedangkan nama belakangku aku ambil dari nama Ayahku Muhammad Amin. Aku hanya mengambil kata belakang dari nama Ayahku saja, yaitu Amin. Jadi namaku adalah Rahmat Amien, meski di akta kelahiranku jelas-jelas hanya tercantum nama Rahmat saja, tidak ada kata Amin-nya. Ah, lupakan itu.

Hujan adalah Rahmat, sering sekali aku mendengar kata itu. Betapa beruntungnya orang yang bernama Rahmat. Betapa tidak rahmat itu paling dibutuhkan semua orang, termasuk ketika hujan turun. Aku senang melihat hujan, hujan itu indah bagiku. Meski ia membuat kedinginan kadang kala. Mungkin aku lahir kala hujan turun, makanya orang tuaku memberi namaku dengan kata Rahmat. Ah, aku lupa menyanyakan itu kepada Mak yang telah melahirkan ku, dan kini kutinggalkan ia ikapung tepat kelahiranku Krueng Pantoe, Aceh Barat Daya.

Hemm, akhir-akhir ini aku sering sekali melhat hujan turun, meskiipun itu hanya sebentar saja. Namun itu sudah membuat aku senang, karena hujan membawa berkah bagi penduduk kota Banda Aceh, yang sangat panas bila di siang harinya, mungkin malam ini akan membuat tidur mereka sedikit nyenyak. Tidak terlalu risau lagi untuk kapanasan seperti malam-malam sebelumnya, meskipun kipas angin memutar sepanjang malam.

Malam ini aku sendiri, tidak ada yang menemani, mungkin ini sudah kebiasaan karena hampir tiap malam aku sendiri di kost. Mungkin kawan yang satu kost dengan ku malas mengajakku keluar, karena setiap aku diajak keluar, pasti aku menolaknya. Bukan karena tidak ada alasan aku menolaknya, karena setiap aku menerima tawaran dari teman yang tinggal satu kost dengan ku, aku selalu diam tak mengerti. Ya, karena dia mengajakku ketempat temannya, teman yang satu daerah dengannya,sehingga sangat sulit bagiku untuk berkomunikasi dengan mereka.

Atau kadang kala ia mengajakku ke tempat pacarnya, menemani dia berpacaran. Betapa membosannya bila harus menjadi raket pemukul nyamuk setiap melihat mereka pacaran, di tambah lagi, pacarnya satu daerah dengannya, sehingga bahasa yang mereka gunakan mebuat aku tidak mengerti sama sekali, mungkin hanya satu dua kalimat yang aku mengerti, selebihnya tidak sama sekali.

Ini malam minggu, dari pada galau sendiri di kost, aku memutuskan menuju kost teman ku, ternyata di kost temanku sama saja, tidak ada yang menenangkan disana. karena mereka mau pergi, karena di luar hujan dengan gerimis imutnya menyentuh tanah, mereka memutuskan untuk menunggu hujan reda. Hujan reda, mereka pergi dan akupun ikut pergi.

Mungkin warnet ini adalah salahsatu tempat tongkronganku. Berselancardengan dunia maya, meki aku tidak pernah punya teman yang spesial di sini, di dunia maya. Kadang kala aku hanya sekedarchating dengan teman yang aku kenal saja, seperti teman kampus, dan teman-teman lama. Aku ingin seperti mereka, punya sesuatu yang khusus di dunia maya, namun aku tidak pernah bisa untuk memulai percakapan yang mulus dengan teman-teman baru. Dan selalu berakhir klimaks seperti biasanya, hanya sekedar sapa tanya lalu berkahir.

Mungkin warnet ini adalah tempat yang bisa aku mengetik satu dua kalimat yang bagus untuk meneritakan sesuatu yang menarik. Dan berharap semua orang dapat membacanya.

Darussalam, Sabtu, 4 Mai 2013
Salam Hangat

Rahmat Amien

Share:

1 komentar