Penghargaan Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR

siyasah-tayangan.blogspot.com
Siapa yang tidak kenal dengan dua sosok penting Aceh, bagi yang belum kenal yuk kita cari tahu dulu siapakah beliau-beliau ini. Dua sosok penting itu adalah dr. Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf yang kini sudah genap dua tahun memimpin Aceh. Kedua tokoh ini adalah adalah tokoh penting yang cukup terkenal dan di segan oleh rakyat Aceh. Sejak menjabat dari tahun 2012 hingga kini 2014, telah banyak perubahan yang di lakukan oleh pemerintahan Aceh ketika di pimpin oleh ZIKIR singkatan dari nama dr. Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf.

Selama dua tahun pemerintahan ZIKIR telah banyak di lakukan perubahan, baik dari segi segi pendidikan yang kini sudah lumayan maju, meskipun Aceh memiliki tingkat keluluasan UN tertinggi di Indonesia. Pemerintah Aceh berani menganggarkan sekitar 2,4 Triliun untuk mencerdaskan pendidikan bagi siswa-siswi Aceh. Namun pemerintah harus mengevakuasi kembali tentang anggaran tersebut, setidaknya harus ada penjelasan dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota yang ada di Aceh. Namun pendidikan di Aceh lumayan meningkat dari tahun lalu, setidaknya ada perubahan yang signifikan akan pendidikan di Aceh. Meskipun Aceh tetap salah satu provinsi dengan UN tidak lulus terbanyak, ibarat kata pepatah “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit” yang artinya untuk mencapai perubahan tidaklah dengan hal yang cepat namun butuh proses, begitu juga dengan pendidikan Aceh dari tahun 2013 dan tahun 2014.


Selama dua tahun belakangan ini setidaknya Aceh memiliki penghargaan tingkat nasional, yang mungkin hanya sedikit orang saja yang tahu. Bahkan saya sendiri baru tahu prestasi-prestasi yang telah di miliki oleh Aceh. Setidaknya Aceh telah memiliki penghargaan selama 2 tahun pemerintahan Zikir. Setidaknya Aceh telah mendapatkan 10 penghargaan dari berbagia aspek, salah satunya adalah kiprah pemerintahan Aceh yang terus meningkatkan penegakan syariat islam di Aceh, yang juga mendapat apresiasi dari Kerajaan Malaysia dan even puncak Konvensyen DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) di Malaysia.

Dua  tahun pemerintahan Zikir pun juga mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari menteri Kelautan dan Perikanan, karena terus mengembangkan potensi di bidang kelautan dan perikanan yang ada di Aceh, salah satu berita yang mengejutkan 2 juni silam yang mengatakan Aceh berpotensi mengekspor ikan tuna ke berbagai negara seperti Jepang, Korea, dan Thailand. Maka wajar saja Menteri Kelautan dan perikanan memberikan penghargaan Adi Bakti Mina Bahari 2013 silam.

Penghargaan lain yang di kutip dari situs Atjehpost.com adalah Penghargan Citra atas pelayanan prima untuk RSUDZA, kemudian juga ada penghargaan Pangripta Pratama sebagai juara ke tiga perencanaan terbaik tingkat nasional 2013. Selain itu juga ada Penghargaan "Kihajar Award" kepada Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah dari Mendikbud RI kategori Kebijakan dalam Pendayagunaan TIK untuk Pendidikan. Selain itu juga ada Penghargaan Pendidikan Inklusif (Inclusive Award) kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah dari Mendikbud RI atas Prestasi Memberikan Pendidikan kepada Anak Didik Berkebutuhan Khusus.

Dua tahun pemerintahan zikir juga mendaptkan Penghargaan Abdi Bakti Tani bagi Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi di Bidang Pertanian dari Menteri Pertanian. Selain itu, Prestasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Aceh Tahun 2013 dari Menteri PAN-RB dengan predikat "Cukup Memadai". Aceh juga mendapatkan Penghargaan juara III, dari Komisi Informasi Indonesia kepada Gubernur Aceh atas Keterbukaan Informasi Publik 2013.


Mungkin sedikit dari kita yang mengetahui penghargaan apa saja yang telah di peroleh oleh pemerintahan zikir selama dua tahun terakhir. Karena selama ini media kurang mengekspos prestasi Aceh di tingkat nasional, selama ini seperti yang kita lihat media hanya mengekspos sesuatu yang menimbulkan kontroversi dari berbagai kalangan. Humas Aceh harus lebih bisa menghasilkan publistas yang bagus, agar prestasi yang di peroleh bisa di ketahui oleh semua pihak.

Prestasi yang telah di peroleh oleh pemerintahan Aceh ini adalah upaya bersama yang telah di lakukan oleh semua masyarakat Aceh, dengan adanya pernghargaan seperti ini menjadikan Aceh adalah tempat yang aman untuk melakukan investasi. Aceh bukan lagi tempat yang rawan konflik, pemerintahan Aceh telah berupaya menjadikan Aceh sebagai tempat yang aman bagi seluruh rakyat indonesia untuk berkunjung ke Aceh. Prestasi yang diciptakan oleh pmerintahan Aceh tuntunya adalah kebanggaan bagi seluruh rakyat Aceh. Dengan adanya prestasi ini di harapkan Aceh akan lebih baik lagi dalam segala bidang.

Share:

0 komentar