Terbaring lelah di atas kasur nan empuk
Angin mendayu masuk dari celah jendela
menatap langit cahaya terik matahari..
mata berkunang-kunang, buram. seolah tertidur pulas
hingga tiba sosok bayangan putih yang datang mengakiri hidup ini
Tidak terasa sudah menjadi mahasiswa leting tua di kampus, perasaan baru kemarin menikmati indahnya masuk kampus. Namun itulah hidup, terus bergerak kedepan yang tanpa kita sadari semakin tua umur bertambah. Hampir genap 4 tahun ane kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, ada banyak cerita bersama teman-teman. Mungkin final kemarin adalah final terakhir bersama mereka, walau pun ada satu dua orang yang masih mengulang, rasanya akan berbeda suasana apalagi dengan orang yang berbeda, baik dari segi umur maupun dari segi angkatan.
Ah, semester lalu benar-benar melelahkan. Bagaimana tidak matakuliah vidiografi yang melelahkan. Mulai dari pengambilan vidio hingga pengeditan vidio. Namun ketika melihat hasil akhirnya begitu kecewa, karena nilai yang di berikan tidak sebanding dengan kekuatan dan tenaga yang telah di keluarkan untuk menyelesaikannya. Dana yang lebih kecewa lagi yang di nilai adalah kelompok bukan individu. Namun harus tetap menerima, meskipun kecewa di akhir pasti ada hikmah di balik semuanya. Ya tentu hikmahnya mendapat ilmu yang berharga tentang ilmu vidiografi ketika terjun langsung membuat vidionya di tengah masyarakat. Yang membuat lelah dalam menjalani vidiografi adalah ketika harus take gambar, yang kadang meski banyak di ulang hanya pada satu adegan. Dan yang capek adalah ketika menggarap vidio fiksi. Namun yang lebih capek lagi ketika masuk editing. Bayangkan Editor harus bekerja keras membuat vidio yang bagus hanya beberapa hari sebelum di kumpulkan.
Adalah pak Ramli. Seorang petugas kebersihan di taman krueng Aceh yag telah genap 7 tahun bekerja sebagai petugas kebersihan taman. Pria tua kelahiran Sigli 1954 ini kini menginjak usia 62 tahun. Di umurnya yang mulai renta ini, ia habiskan untuk bekerja dari pagi hingga sore setiap harinya. Hanya hari-hari besar saja ia di perbolehkan libur keja oleh Dinas Kebersihan Kota. Awal bermulanya pekerjaan ini dimulai ketika musibah tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 silam, yang mana memporak-porandakan warung nasi yang dulunya menjadi sumber mata pencaharian Pak Ramli dan keluarganya. Sebab itulah, Pak Ramli bertekat mencari pekerjaan baru. Apalagi Pak Ramli mempunyai pengalaman dalam bidang merawat taman semenjak berada di barak pengungsian 9 tahun silam.
Semula pekerjaan ini digeluti Pak Ramli ketika mendengar dari teman-teman di barak pengungsian tentang adanya lowongan kerja dari Dinas Kebersihan Kota. Saat itu Pak Ramli lumayan mengerti masalah kebersihan, baik itu taman ataupun merawat aneka tanaman. Semua itu terlatih ketika kota Banda Aceh luluh lantak akibat tsunami yang memicu semua orang untuk bergotong royong membersihkan ibu kota tercinta. Pak Ramli mengawalinya dengan bersih-bersih kampungnya sendiri yang begitu memprihatinkan. Dari sekian orang yang melamar kerja ke Dinas Kebersihan Kota, Alhamdulillah Pak Ramli berhasil menjadi yang terpilih. Pertama-tama Pak Ramli turun kelapangan sampai akhirnya di tetapkan menjadi petugas kebersihan taman di Krueng Aceh.
“Untuk pertama kalinya bapak di tugaskan dilapangan, dan akhirnya menjadi pekerja tetap di taman Krueng Aceh ini” ucap Pak Ramli pasti. Sosok Pak Ramli begitu tenang, ramah dan santun. Satu-persatu jawaban yang ia jawab dari pertanyaan saya begitu lugas dan pasti. Sepintas kehidupan Pak Ramli begitu memprihatinkan, sehari-harinya ia mendapat upah sebesar 50 ribu rupiah, dimana upah tersebut termasuk uang makan siang dan bensin sepeda otornya. Pak Ramli yang sekarang beralamat di Neuheun Aceh Besar ini benar-benar gigih bekerja merawat taman dan bunga-bunga di taman Krueng Aceh. Taman Krueng Aceh sendiri sudah banyak perubahan pasca tsunami. Dimana taman tersebut sudah ditata rapi dengan hiasan aneka macam bunga yang lebih kurang ada 80 jenis bunga, di percantik lagi dengan kursi-kursi taman yang terlihat rapi dengan pemandangan sungai Krueng Aceh yang tenang.
Pulang Kampung siapa yang tidak senang coba. Setiap orang yang merantau keluar kampung pasti selalu terbayang akan kampung halaman tercinta. Kali ini ane akan bercerita pengalaman pulang kampung ke ACEH BARAT DAYA atau yang di singkat dengan Nama ABDYA. Setiap ingin pulang kampung ane selalu ingat
sebuah lirik lagu yang sebelumnya sudah pernah ane post juga, "Balik kampung hoho balik kampung, hati riang". meskipun ane dan teman-teman cs harus menempuh perjalanan selama 8 jam perjalanan menuju ke kampung halaman nan jauh di mata. hehehe
Sebenarnya ane sudah lama libur, cuma ane menunggu sohib ane
DharmanBR, maklum dia belum selesai final. ya karena ane dan sohib ane beda universitas. Dia di Ekonomi sedangkan ane di Ilmu Komunikasi. hemmm, dalam perjalanan yang melelahkan itu, kami banyak tertawa, dan selalu bercanda di setiap perjalanan. Ini perjalanan pulang yang menyenangkan dan seru bagi ane. Maklum ini kedua kalinya ane menempuh perjalanan dengan menaiki sepeda motor. Sebelumnya ketika ane pulang kampung selalu menggunakan angkutan umum L300.
Panas, gerah. Itulah kesan hari ini yang begitu membuat badan begitu capek. Apalagi dengan ngatri selama tiga jam hanya untuk mengujukan judul skripsi yang membuat kepala ini pecah.
“hari ini, pak Ham rame juga pasiennya ya” ujar Sari, yang duduk di sebelahku.
“hahhaa, lumayan juga kata ku. Di dalam aja ada 6 orang, belum lagi yang di luar lagi pada ngantri” ujarku seadanya.
“laelah. Kapan kita siap ni. Udah jam berapa coba?” sambil menujukkan jam tangannya di lengan kanan Sari. Dan aku pun merogeh kantong mengambil handphone melihat angka yang tertera di sana.
“udah jam setengah 5 ni. Aku shalat dulu ya” ujarku pada Sari.
“Ok” balasnya sambil tersenyum.
Selamat siang para Blogger, kali ini ane ingin sedikit berbagi tentang pengalaman datang ke Pasir Putih di Aceh besar, untuk sampai kesana butuh 1 jam perjalanan, begitu jauh bukan :D
Mungkin ini adalah perjalanan terakhir ane dan teman-teman satu ruangan di kelas, untuk rekreasi bersama, apa lagi sebentar lagi udah mau final, dan pada sibuk dengan skripsi masing-masing. Dan tentunya ini adalah kesan terakhir bersama. Ini perjalanan pada hari Minggu, 5 Desember 2013. Rencana ini di susun sekitar 2 minggu. Di sana kami semua senang-senang apalagi ketika melihat laut. Siapa yang tidak senang ketika melihat laut. Ditambah lagi dengan pasir putih yang menggoda. beuhhh, benar-benar ingin mandi rasanya.
Ketika sampai disana kami bakar-bakar ayam yang sudah di siapkan sebelumnya. seru benar beuh ketika ngumpul begini. Teman-teman juga berinisiatif membuat sebuah game yang akhirnya tidak tau siap yang menang sebenarnaya. hehehhehe
Hal yang paling seru adalah ketika main lempar melempar teman-teman yang tidak ingin mandi laut. Pertama-tama berinteraksi dulu dengan target, lalu minta pinjam barang-barang berharganya seperti Handphone dan dompet. Setelah itu teman-teman yang lainber siap-siap beraksi ketika sudah di beri lampu hijau oleh penjebak. hhhehee, seru nya bukan main beuh. dan ini ada beberapa foto keseruan di sana. yuk cek di bawah ini :D