• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Sudut Rahmatt

Menulis apa yang ingin ditulis, sedikit berbagi pengalaman tantang keadaan disekitar, siapa tau bermanfaat, Blog ini hanyalah ketikan iseng biasa.

Hari ini cuaca memang tidak bersahabat, cuaca masih saja seperti beberapa hari sebelumnya ketika aku tiba di kampung halaman ku ini. Cuaca di sini sangat berbeda jauh dengan cuaca di kota Banda Aceh. Bila di Banda Aceh cuacanya panas, untuk keluar saja enggan rasanya, namun di kampung halamanku, Aceh Barat Daya, hampir tiap hari mendung, bahkan tidak jarang hujan pun turun menghampiriku. Senang rasanya melihat hujan. Karena aku memang penikmat hujan, aku sangat suka dengan tetesan-tetesan hujan yang turun dari langit itu. Apalagi tetesan itu menyentuh tanganku.

Makcek Rus datang kerumah, berbincang-bincang dengan Mak. Banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari pemilu yang sebentar lagi di adakan. Aku asik bermain dengan laptop didepanku. Selain kami bertiga juga ada Kak Mur, kakak perempuanku yang sedang menunggu waktu untuk melahirkan buah hatinya, dan juga ada Mak Ri, ikut berbincang dirumah ku yang sederhana. Sesekali diambilnya sirih di atas puan lalu diolehnya kapur ditambahkan dengan pinang. Kemudian beliau memakannya sambil bercerita tentang kisah masa kecilnya yang penuh dengan kebahagiaan. Ada lucu juga kadang kala ketika mendengar cerita dari Makcek Rus, bahkan tak heran hampir semua penghuni dirumahku tertawa mendengar cerita Makcek Rus, tidak terkecuali aku.
Ketika hati ini rindu seseorang yang telah lama berlalu, ya dia berlalu begitu lama ketika aku meninggalkan kampung halaman ku. Hanya sempat bertahan beberapa bulan setelah itu. Kini aku benar-benar rindu akan hadirnya. Meski tidak banyak kenangan yang tercipta di antara kita. Berlalu dengan berjalannya waktu, bahkan aku tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Kadang kala aku diam-diam masih buka halaman pesbuk miliknya, melihat dan membaca status-statusnya. Ya, hanya itu yang bisa aku lakukan. Tuhan, bantu aku melupkannya yang telah lama berlalu. Beri aku pengganti selain dia. 

Sempat beberapa kali berkomunikasi dengannya, ketika dia bertanya gimana keadaannya, pasti sudah ada yang bisa menggantikannya. Dan aku hanya bisa berbohong dengan sekelumit perasaan. Mungkin memang benar kata orang cinta pertama itu memang susah untuk di lupakan. Dan ini terbukti, aku masih merindukan gadis impian ketika masih putih abu-abu dahulu. 
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepatnya, tidak terasa hari ini sudah Minggu. Hemm, masih terbayang rasanya ketika jurit malam itu. Terfikirkan sebelumnya, kenapa ada yang jatuh pinsan segala. Namun begitu lah kenyataan yang harus di hadapi. Ketika acara jurit malam sudahmenjadi tradisi yang harus wajib di laksanakan. Jurit malam hanya untuk mengetes keberanian. Seberapa berani dia ketika sudah menjadi seorang dokter. Namun apa hubungannya jurit malam dengan dokter..??? Tentu saja ada hubungannya. Jurit malam adalah hal yang di lakukan untuk menakut-nakuti agar menjadi lebih berani. Nah seorang dokter itubekerja di rumah sakit,dan setiap rumah sakit pasti ada kamar mayat, setidaknya ini memberikan pengalaman suatu saat nanti tidak akan takut lagi dengan hal yang bau mistik ketika sudah berada dan bekerja di rumah sakit.

"Rendi..???" seseorang memanggilku dari kejauhan, dengan sontak aku menoleh kerah si empunya suara. Aku tersenyum melihat kearah suara itu. "iya, Sis, ada apa..???" tanya ku pada Siska, gadis imut dengan lesung pipi di wajahnya. Ku lihat di memakai kemeja kotak-kotak warna merah muda, yang di padukan dengan celana Jeans ketet, tak luput kaca mata minus yang melekat di matanaya. Ia terus berjalan ke arah ku. Dengan santainya sambil memakai tas selempang ala cowok-cowok keren dalam film-film.
Bernyanyi dalam pekat malam, menyisiri lorong-lorong gelap nan pekat. Bagai tak ada cahaya yang menerawang masuk melalui celah-celah yang ada. Purnama begitu pekat malam ini. Purnama begitu bersaja menerangi setiap celah negeri ini. Namun mengapa aku tak merasakan cahayanya itu. 
Dasar bodoh..
Aku tertegun mendengar perkataan itu.
ya mungkin aku memang bodoh, karena tidak mungkin aku merasakan cahaya purnama itu
Lorong-lorong ini tertutup dengan seng, dan di batasi dengan tembok-tembok yang tinggi menjulang. Langkah demi langkah bergerak dengan pasti menuju arah depan yang tak tahu akan tembus kemana?
Mungkin aku tersesat, lorong ini bagaikan labirin yang berputar-putar di satu tempat
Raungan-raungan nakal mulai menakuti di setiap langkah. Kadang aku berhenti menoleh kebelakang, namun aku tak melihat ada orang di belakang sana, fikiranku berkelana. Aku bagaikan di ikuti oleh bayangan-bayangan ketakutan. 
"Lisa...???" Aku berteriak memanggil-manggil nama Lisa. Bukankah tadi dia bersamaku menyusuri lorong-lorong gelap nan pekat ini? namun kemana dia pergi. Menghilang antara lorong yang menyeramkan ini. Dan masih berteriak memanggil-manggil nama Lisa. Apakah aku harus kembali mencari Lisa? atau aku harus terus bergerak kedepan, agar aku terbebas dari kegelapan ini.
Telalu banyak persimpangan nan gelap di sini, mungkin Lisa memasuki salah satu lorong itu. Atau aku yang telalu cepat berjalan sehingga aku meninggalkan Lisa di belakang.

Oleh : Rahmat Amien

Panas, gerah. Itulah kesan hari ini yang begitu membuat badan begitu capek. Apalagi dengan ngatri selama tiga jam hanya untuk mengujukan judul skripsi yang membuat kepala ini pecah.

“hari ini, pak Ham rame juga pasiennya ya” ujar Sari, yang duduk di sebelahku.

“hahhaa, lumayan juga kata ku. Di dalam aja ada 6 orang, belum lagi yang di luar lagi pada ngantri” ujarku seadanya.

“laelah. Kapan kita siap ni. Udah jam berapa coba?” sambil menujukkan jam tangannya di lengan kanan Sari. Dan aku pun merogeh kantong mengambil handphone melihat angka yang tertera di sana.

“udah jam setengah 5 ni. Aku shalat dulu ya” ujarku pada Sari.

“Ok” balasnya sambil tersenyum.
Malam ini dingin, sedingin hatiku yang sedang galau, mungkin aku rindu. Rindu akan hadirmu yang telah lama ku tunggu-tunggu. Namun aku tak berhak untuk merindui mu. Karena kau bukan milikku lagi. Tapi otak ini susah untuk dikendalikan. Masa indah itu kembali terlintas di benak ini. Apa yang harus aku lakukan, Ketika aku galau di buat oleh mu, yang kini bukan milik ku lagi. Mungkin rasa cinta itu masih ada. Masih terpatri dalam hati.

Ah, kenapa kenanga-kenangan itu kembali teringat di benak ini. Bukan kah kau telah pergi menjauh dari ku. Biarkan saja, itu hanya sebuah kenangan yang menjadi sejarah. Kenangan cinta kita. Saat-saat indah ketika kita masih bersama. Aku masih ingat ketika awal kita bertemu dulu, di kantin sekolah kita. Aku marah-marah padamu,karena kau menyenggolku dan menumpahkan minuman yang ada di tangganmu mengenai bajuku. Hanya kata maaf yang keluar dari mulutmu yang seksi itu. Aku sadar aku marah-marah tanpa melihat betapa manisnya dirimu, aku terlalu sibuk membersihkan baju seragamku. Namun kau terus meminta maaf. “maafkan aku, aku tidak sengaja” hanya kata itu yang kau ulang-ulang meski aku terus memaki-maki dirimu. Mungkin kenangan itu terlalu singkat untukku. Namun apa yang harus ku perbuat. Tuhan berkehendak lain.
Pagi ini hujan lagi seperti sebelumnya, dingin membeku membahana jiwa ini. Damai bersama tetesan hujan yang turun pagi ini. Kala hujan menyapa entah apa yang terpikirkan, semua terabut kabut dengan kecemasan yang tidak menentu. Dear hujan, biarkan aku bercirita tentang kisah-kisah yang luka, tangisannya seiring dengan turunnya dari mu dari langit sana. Karin tak dapat membedakan lagi, mana air matanya dengan hujan yang turun kala itu. Badannya terasa basah dengan tetesan-tetesan hujan yang turun kala itu.

Semua berlalu begitu saja, dengan luka-luka yang telah terobati. Karin berusaha untuk tetap melanjutkan hidupnya meski tidak ada lagi kekasih hati. Biarkan ia pergi, hubungan ini tidak akan berhasil tanpa restu orang tua. Karin akan melanjutkan perjodohan itu. Karin begitu takut di anggap sebagai anak durhaka, karena dia tidak ingin menyakiti hati orangtuannya, biarkan saja hatinya yang sakit menerima kenyataan ini.

Di luar masih hujan dengan derasnya. Dan aku tertahan disini, tak bisa pulang. Rinai hujan begitu damai dengan iramanya. Ya aku selalu bahagia setiap hujan menyapa Negeri ini. Negeri yang kaya akan keindahan dunia. Kau tahu hujan itu menyimpan bejuta kenangan dari setiap butirnya. Begitu indah dan nyata. Terasa damai bila melihat ia turun dari langit-Nya.

Masa lalu kini memang telah berlalu, namun ia kini menjadi kenangan yang sangat berharga bagi setiap makhluk yang bernama manusia. Masa lalu yang menjadi kenangan dapat hadir kapan saja sesuka hatinya. Kini masa lalu yang penuh dengan kenangan itu kembali teringat. Meski kesakitan jiwa bila mengingatnya.


Mungkin kau begitu sempurna yang begitu sulit untuk dilupakan. Semenjak kau pergi menghadap-Nya, diri ini terasa hampa dalam kesendirian. Sulit memang untuk melupakan masa terindah itu. Tak ada alasan yang kuat bagiku untuk melupakanmu begitu saja dalam hati ini.

''Aku takut, aku tidak akan bahagia nanti. Dia seperti anak-anak. Mungkin aku akan bahagia bersama orang lain selain dia'' ceritanya dengan pasrah. Yani akhir-akhir ini dekat dengan seorang pria teman dari temannya ketika masih SMP dulu. Fikar begitu pria itu disapa sama teman-temannya.

''lalu siapa yang akan menjamin kau akan bahagia dengan orang lain, beb?'' Tanya Iqbal melalu telepon selulernya ketika Yani bertanya itu kepadanya.

''bukankah kebahagiaan itu datang setelah ada kebersamaan? Seharusnya kau nikmati dulu kebersamaan itu bersamanya, dan kebahagiaan akan datang. Atau jika nanti kau tidak menemui kebahagiaan yang kau cari. Kau bisa mengakhiri hubungan itu'' jelasnya dengan pasti kepada Yani.

Oleh :Rahmat Amien

Aku melihat semburat senyum diwajahmu.
Kau berusaha melawan fatamorga, melawan kerasnya hidup ini.
Kau begitu tegar menghadapi kenyataan hidup ini,
Tak pernah ku lihat kau menangis mengeluh keadaan ini.
Kau selalu tersenyum, menahan kesedihanmu
Asa dan impianmu terlalu tinggi untuk membahagiakan anak-anakmu
Tak pernah ku lihat kau lelah, walau tidurmu hanya sebentar saja
Kau begitu bekerja keras
Berharap asa-asamu akan menjadi kenyataan
Yang akan merubah hidup dan keadaan ini

Oleh : Rahmat Amien

''Rif apa yang harus aku lakukan, aku belum sanggup. Belum sanggup Rif menerima kenyataan ini'' suara Firman memecahkan keheningan di sore yang terlihat mendung, dan gerimis mulai turun dari langit yang indah. Di teras depat rumah Arif duduk Firman yang sedang membutuhkan teman curhat untuk masalahnya. Sambil ditemani dengan secangkir Kopi buatan Mak Aisyah, ibunya Arif. Selama ini Firman sering kesini menceritakan keluh kesah yang dihadapinya.

''jika kau tak sanggup mengapa kau melakukan itu Man??'' tanya Arif ''kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu atas Rina''
''tapi Rif, aku benar-benar belum siap menerima kenyataan ini, apa yang harus aku katakan pada Mak di kampung. Pasti dia kecewa Rif''
''lalu apa yang akan kau lakukan Man, apa kau akan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya?? Apa kah kau setega itu membunuh calon anakmu sendiri?'' pernyataan Arif membuat Firman diam, karena merasa terpojok.
''maafkan aku Rif, aku khilaf aku tidak sengaja melakukannya''
''buat apa kau minta maaf padaku Man, cukup kau minta maaf pada Allah, Rina dan Mak mu di kampung''
''lalu aku harus bagaimana Rif, tolong aku'' Firman merengek dengan nada putus asa
''nikahilah Rina, cuma itu yang harus kau lakukan Man''
''aku belum siap Rif''
''lalu kapan kau akan siap, ini akibat yang harus kau tanggung Man. Karena hidup ini sebab akibat'' Firman hanya diam, pandangannya tertuju keluar menyaksikan gerimis yang menjadi hujan turun membasahi bumi. Tatapannya kosong melihat rinai-rinai hujan.

*** 
Oleh : Rahmat Amien


Ditengah panasnya cuaca Ibukota, penat rasanya bila berada di sini, di jalan yang penuh dengan hiruk pikuk kendaraan yang berlalu lalang. Tapi itu harus di jalani, semua demi masa depat yang lebih cerah tentunya. Ini mungkin perjuangan untuk mencapai masa depat yang lebih baik. “Kenapa aku harus disini. Harus jauh dari orang tua. Ternyata memang capek hidup sendiri. Handphone ku tiba-tiba bergetar” aku bergumam dalam hati yang di kejutkan dengan suara HP yang bordering dan menggetarkan saku celana ku ini,ku lihat sebuah nomor baru memanggil. 

Oleh : Rahmat Amien


“Neu preh Loen Seulanga”[1] Meulu berkata kepada Seulanga sahabatnya yang terburu-buru pergi pulang kerumah. “Bagah neujak bacut”[2] Seulanga berkata lirih kearah sahabatnya  yang tertinggal beberapa meter dari Seulanga. Seulanga terlihat terburu-buru untuk pulang dari Dayah[3], ketika ia mendengar Bang Zakir abangnya sudah pulang dari perantauan di Malaysia. Rasa rindu yang sudah 10 tahun tidak berjumpa dengan abang nya itu yang membuatnya terburu-buru. Semenjak di berlakukan Darurat Militer di Aceh itu lah Bang Zakir meninggalkan kampung halamannya di Meulaboh, Aceh Barat.


Oleh : Rahmat Amien

Menari adalah hal yang tidak asing lagi bagi Karmila, gadis cantik dengan bentuk wajah oval ini. Namun ia memiliki kendala dalam hal mencari penari, apalagi bila di ajak untuk menarikan tarian tradisional yang di anggap sudah kolot dan ketinggalan zaman. Dengan masuknya budaya luar yang lebih modern, masyarakat negara ini begitu mudahnya di terima oleh masyarakat pribumi.

Mila sapaan akrab gadis berwajah oval ini, begitu antusian mencari penari-penari muda yang bisa di ajak untuk membudayakan tarian tradisional.
''Dian, bantuan aku dong'' Dian melihat ke arah sahabatnya ''Cariin penari-penari muda ya'' Dian sedikit melongo mendengar bantuan sahabatnya Mila. Dia tahu mencari penari muda memang sangat susah di kotanya



 Aku terhentak ketika mendengar sebuah pertanyaan dari seorang taman “sebenarnya pacaran itu, budaya islam atau budaya kafir sih..??” Tanyanya padaku. Aku bingung harus menjawab apa, karena tahu dalam islam itu memang tidak di perbolehkan untuk pacaran. Namun dari segi lain orang-orang berpendapat pacaran adalah satu langkah menuju ke jenjang yang lebih serius. Namun banyak juga sebuah hubungan yang sudah dijalin lama akhirnya kandas karena ada yang merasa tidak ada saling kecocokan lagi.
“Hai gam? Melamun saja kau hari ini” sebuah suara yang mengejutkan lamunanku. Dan ku toleh kearahnya, dan ku berikan sebuah senyuman untuknya.


Hari ini hujan masih mengguyur dengan derasnya. Suasana menjadi dingin dengan hembusan angin yang begitu kencang di luar. Ku tertahan di sini menunggu hujan reda untuk pulang. Drrrrttt... Drrrrrtt.... Sebuah getaran yang diiringi dengan suara tininit. Segera ku ambil ponsel merek nokia X2 dari saku celanaku. Ku lihat di layar ponsel sebuah nama yang tidak asing lagi bagiku. My lovely Wife. Nama itu yang tertera di layar ponselku. Ku buka dan ku baca pesan itu. ''Bi, jemput Umi dan Dian di sekolah. Hujan deras kali Bi''.

Kembali terbayang kenangan masa lalu, 20 tahun silam. Awal aku berjumpa dengan Istriku. Hujan deras kala itu. Kita sama-sama terjebak. Di sebuah sekolah yang sama, SMPN 1 Kuala Batee.

Hujan reda, ku beranikan diri menawarkan diri untuk mengantarmu pulang dengan sepeda ontel ku. Di bawah hujan yang kini mulai gerimis ku antarkan perempuan yang kini ku sebut dengan nama Umi pulang ke rumahnya. Kita tersenyum di atas rinai air yang jatuh dari langit itu.

Seiring tubuhnya usia ku, aku mulai mengenal akan cinta, namun cinta ku tidak hanya untuk dia saja. Dia gadis cantik berkerudung biru, aku selalu terpana ketika melihatnya. Ada rasa malu ketika melihatnya, dan bahkan aku sering senyum-senyum sendiri. Apakah ini gejala bahwa aku sedang jatuh cinta kah?

 Jika benar tidak salah jika semua teman-temanku mengatakan cinta itu indah. Indah memang, namun aku belum sanggup untuk berpacaran, aku ingat ketika mengikuti sebuah pengajian di sekolah ku, Ustad yang menjadi penceramah pernah mengatakan ““Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan. (QS. Al-Isra`: 32)”

Aku takut akan hal itu, setiap aku ingin mendekati seorang cewek, selalu teringat akan kalimat itu. Mungkin aku satu-satunya cowok di kelasku yang belum pernah merasakan pacaran. Bahkan teman-teman menyarankan agar aku cepat-cepat pacaran, agar bias merasakan indahnya pacaran tersebut. Kadang kala aku ingin menuruti saran teman-teman ku.

Sumber: Google
Hamparan ilalang terbentang luas, masih seperti dulu saat kita masih bermain disini 2 tahun lalu. Padang ilalang ini menjadi saksi bisu kisah kita. Aku, kau dan dia, Tomi sahabat kita.
Aku mengenang kisah itu sebagai kenangan terindah. Disini aku hanya bisa mengenang masa indah ini, duduk di bukit nan indah, tempat biasa kita bertiga bermain bersama. Hembusan angin laut mengacak-ngacak rambutku, kini hanya aku dan Tomi mengenang kisah kita, Adit.

''kini cuma tinggal kita berdua Tom'' aku menatap Tomi sahabat ku satu-satunya. Sambil bersandar di bahunya menatap lautan nan lepas.
''jangan bersedih Rina, pasti Adit sudah tenang di sana. Di tempat terindah'' padangan Tomi seolah kosong menatap hamparan laut yang luas terbentang. Aku hanya bisa bersandar di bahu Tomi, sambil mengenang kisah ku yang pilu. Adit pergi karena sakit yang di deritanya selama ini.

Wiwin Rinaldi Sesaat sebelum pulang dari Rumah Sakit

Senin siang, tepat jam 11:30 hape ku berbunyi. sebuah nada pesan SMS singkat masuk. Namun tidak aku pedulikan, karena kau lagi sibuk main Facebook, rasanya menggagu sekali jika ada sebuah pesan masuk. "Siapa lagi yang SMS, menggangu saja" fikirku.

Beberapa Menit Kemudian kututup aplikasi facebook yang ada di layar hapeku, dan aku membuka kotak masuk untuk melihat siapa yang mengSMS. Sebuah nama yang tidak asing lagi bagiku, Kakang Begitu nama yang tertera di layar hapeku. segera ku buka dan ku baca.
"Mad, Si Wiwin Rinaldi kecelakaan tadi ma mobil...blg ma si herman y.." 



Sumber : Google
Mungkin aku rindu. Kehadiran mu selalu ku tunggu. Namun aku tak berhak untuk merindui mu. Karena kau bukan milikku lagi. Tapi otak ini susah untuk dikendalikan. Masa indah itu kembali terlintas di benak ini. Apa yang harus aku lakukan, Ketika aku galau di buat oleh mu, yang kini bukan milik ku lagi. Mungkin rasa cinta itu masih ada. Masih terpatri dalam hati. Mungkin kenangan itu terlalu singkat untukku. Namun apa yang harus ku perbuat. Tuhan berkehendak lain. Harapan demi harapan hilang diterjang badai api cemburu, ketika hati mulai bergemuruh, dada terasa sesak. Masih teringat kalimat yang keluar dari bibir manismu itu, “kita sudah tidak cocok. Lebih baik kita berteman saja”. Hati ini bagai bagai teriris-iris sembilu. Menangis menahan sakit yang menyesakkan dada. Ah, ku pikir kau memang tercipta untukku, namun aku salah. Ah buat apa aku menyalahkan diri sendiri, mungkin sekarang kita berpisah dan kita tidak tahu apa rencana tuhan yang sebenarnya. Mungkin memang benar, tulang rusuk ku yang hilang diciptakan untukmu.

Aku tidak akan menyalahkan tuhan, kenapa kita berpisah, aku cukup intropeksi diri. Karena menjalin sebuah hubungan itu mamang susah, apalagi jarak jauh atau bahasa kerennya LDR. Mungkin tuhan memang menginginkan yang terbaik untuk ku, dan mungkin itu kamu. Namun tuhan tidak memberikannya sekarang, karena belum saatnya. Karena kau belum halal bagi ku.

Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

Rahmat Amien

Buat Lencana Anda

LATEST POSTS

  • Ingin Menikmati Alam Terbuka, Ayo ke Hutan Kota BNI
    Beberapa Jenis Bunga yang ada di Hutan Kota BNI Banda Aceh Apa yang terbayang di benak Anda, bila ane berbicara tentang hutan. Pasti ...
  • Kiat-Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
    Sumber Gambar: curhatsultan.blogspot.com Menjadi mahasiswa itu sudah menjadi pilihan wajib ketika lulus dari SMA, meski tidak semua ora...
  • Daihatsu Sirrion Pilihan Tepat Kaula Muda
    Sumber Foto: Daihatsu.co.id Sahabat Muda yang suka jalan-jalan tentu memilikii sebuah impian memiliki sebuah mobil keren dengan gaya spo...
  • Cerita Anak Rantau
    Menjadi seorang anak rantau, beerjalan di negeri orang, tiada sanak saudara, hanya teman sebagai andalan, Begitulah nasib sebagian orang ...
  • Jatuh Cinta dan Menikah dengan Odha, mungkinkah?
    Judul : Positif Pengarang : Maria Silvi Penerbit : Jogja Bangkit Publisher Tebal ...
  • Siapakah dia?
    Dia bagai angin bagai layang-layang dimanakah dia ayo kita gapai saat jurang menuntun kita dia akan perjelas jalannya dan mengacuh...
  • Apa itu Galau?
    Menurut sumber orang yang sering galau yaitu diri gue sendiri. Galau adalah Keadaan Dimana seseorang menjadi murung secara mendadak bisa ...
  • Masjid Putih Darussalam, Istiqlal-nya Aceh
    Masjid Putih dari Depan Masjid menjadi ikon yang menarik bila kita berada Aceh, hal ini karena di landasi gelar untuk Aceh sendi...
  • Pentingnya Pendidikan Menurut Para Ahli
    Pendidikan adalah fenomena yang fundamental atau asasi dalam kehidupan manusia. Kita dapat mengatakan, bahwa di mana ada kehidupan manusia,...
  • Lirik Lagu Ibu - Rafly (Ost. Hafalan Shalat Delisa)
    Ketika saya pertama kali mendengarkan lagu ini rasanya langsung ingin berjumpa sama ibu, begitulah betapa liriknya sangat menyentuh. Lagu I...

Categories

  • #1othnTsunamiAceh
  • #CatatanKKN
  • #CharmingBandaAceh
  • 10 Sinetron tidak layak nonton
  • 10 tahun tsunami Aceh
  • 17 Agustus
  • 17 Agustus 2014
  • 23 is my age
  • 50:50 Antara Hidup dan Mati
  • 50/50 movie
  • Abdya
  • Abu Hamzah
  • Aceh Barat
  • Aceh Barat Daya
  • Acehku
  • Afgan
  • Afgan - Sabar
  • al gazali
  • All About Fatin
  • Android apps
  • anime
  • Anna Kendrick
  • asus
  • ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku
  • ASUS Slimbook
  • ASUS Slimbook X401U
  • Asus Smartphone
  • ASUS ZenFone
  • Asus Zenfone 2 Laser
  • Asus Zenpad C 7.0
  • asus zenpad pusat hiburan dan multimedia di tangan anda
  • Asus zenpad pusat hiburan dan multimedia terlengkap
  • Atlentico unggul 1-0 Real Madrid
  • Baba Studio
  • babi
  • Banda Aceh
  • Bank Aceh
  • Bantuan Sosial
  • Bayi
  • Beasiswa LPDP
  • Beban ekonomi TB
  • Berbagi
  • blood for life
  • Bola
  • Brasil vs Kroasia
  • budaya
  • budi doremi
  • bui
  • bunuh diri
  • bunuh diri karena kartun naruto
  • caleg
  • Catatan
  • Catatan Mahasiswa
  • Cerita Alam Dari Pesisir
  • cerita hari ini
  • coba-coba
  • Daihatsu Sirrion
  • Daihatsu Sirrion Pilihan Tepat Anak Muda
  • Daihatsu Sirrion Sporty dan Stylist
  • david archuleta
  • Diari Hujan
  • Donor Darah
  • Donor Darah Himakasi Unsyiah
  • Download
  • Download lagu terbaru 2014
  • dr Zaini Abdullah
  • dua tahun pemerintahan zikir
  • dunia bola
  • Dunia Hamster
  • Elektronik
  • English Version
  • Entertainmen
  • Epic 2013
  • episode baru
  • eva celia
  • Fatih Seferagic
  • Fatih Seferagic Idola baru kaum perempuan. Fatih Seferagic penghafal Al-Qur'an
  • Fhoto
  • Fieldtrip
  • Film Pendek
  • Final Liga Champion 2014
  • Fisip Unsyiah
  • FLP Aceh
  • Free Download
  • free mp3 terbaru 2014
  • Galang Dana
  • gatget
  • Gedget
  • Gita Gutawa
  • Goresan Penaku
  • harga samsung A5 A500F 4G LTE
  • harga smartphone
  • Hari kemerdekaan Indonesia
  • Hewan Peliharaan
  • Himaksi Unsyiah
  • Independen Day Of Indonesia
  • info
  • Ippelmakuba
  • IslamPedia
  • Jalan-jalan
  • jangan takut donor darah
  • JKT48
  • Jonathan Levine
  • Joseph Gordon Levitt
  • Judika
  • Kampus Cyber
  • Kampus Impian
  • karun
  • kebahagiaan
  • kebakaran bank aceh
  • Kesehatan
  • Kesehatan Hewan
  • keteguran
  • Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
  • KIP Aceh
  • Komunikasi Unsyiah
  • Kopi Luwak
  • Kopi Paste
  • KPI
  • kritis
  • Lagu Bagus
  • laptop
  • laptop ASUS
  • lifestyle
  • Liga Champion
  • lomba
  • lomba blog
  • Lomba Blog Kebencanaan 2014
  • lomba menulis kebencanaan
  • Luwak
  • Mahasiswa Berprestasi
  • Mahasiswa Online
  • Makalah
  • Masjid
  • Masjid istiqlal
  • masjid istiqlalnya Aceh
  • Masjid Putih
  • masjid putih darussalam
  • melayu
  • Mengenal Yoshi Sudarso
  • Mengerti bencana lewat film
  • Mp3
  • muallem
  • Musibah
  • Muzakkir Manaf
  • naruto
  • news fhoto
  • Noah
  • notebook ASUS
  • notebook terbaik
  • Nyala Satu Tumbuh Seribu
  • opini
  • Paskibraka
  • Pemerintahzn Zikir
  • pemilu
  • pemilu 9 April 2014
  • Pendidikan
  • Penyakit Rabies
  • Penyakit Rabies pada Luwak
  • Perempuan dan perdamaian
  • piala dunia
  • PMI
  • PMI Aceh
  • politik uang
  • Power ranger 2015
  • power ranger Dino Charge
  • Puisi
  • Rabies Luwak
  • radio heart
  • Rangkaian Kata
  • Real Madrid VS Atlentico Madrid
  • Rencong
  • Reportase
  • review blog
  • Review Film dan Buku
  • review samsung galaxy a5 a500f 4g lte
  • rihanna
  • rossa
  • Sabar
  • Safiyya Karra
  • Samatiga
  • Samsung Galaxy A5 A500F 4G LTE
  • sang pemenag
  • SBY
  • Serial Power ranger
  • Seth Rogen
  • seumapa
  • shakira
  • Shane Filan
  • Sifat orang jepang yang patut ditiru
  • sinetron Indonesia
  • smartphone
  • smartphone 4G
  • smartphone android
  • Smartphone Berkamera Hebat dengan Laser Auto Focus
  • smartphone murah
  • smartphone terbaik
  • smartphones
  • Sosok
  • sosok penghafal Al-Qu'an fenomenal
  • Stranger By The Day
  • suap
  • taman
  • taman hutan Kota BNI
  • TDMRC
  • Teguran KPI
  • Tentang Saya
  • Tentangmu
  • Thalassemia
  • Tidak semua Kartun Bisa di Tonton Oleh Anak-Anak
  • tradisi
  • Tsunami
  • Tuberkulosis
  • Tugas Kuliah ku
  • Tulisan Sahabat
  • Ubudiyah Blog Contest 2015
  • Ulang Tahun
  • Unik
  • uu pemilu 2012
  • UUI
  • Vidio
  • viva word cup 2014
  • wisata
  • wisata Banda Aceh
  • wisata Pantai
  • Wisata Panteubreuh
  • wisata religi
  • Xiaomi Red 2
  • Yamaha Fino FI
  • Yoshi Sudarso
  • Yoshua Sudarso
  • Zenfone 2 Laser
  • Zenpad sebagai pusat hiburan dan multimedia mobile
  • ZIKIR

Recent Posts

Powered by Blogger.

Blog Teman

  • Abhy Reinkarnasi
  • Al Muhajjir
  • Al Mukarramah
  • Anggita Riski Amalia
  • Ansri Melati Berutu
  • Cult Liza
  • Dharman Sagiboy
  • Dora Asra
  • Gam Inong Blogger
  • Khusnul Wardah
  • Maya Hervia
  • Muhammad Irham
  • Rahmat H Munandar
  • Teguh Pratama

Search (Don't Edit)

Follow Me

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  August (1)
      • Pentingnya Pendidikan Menurut Para Ahli
  • ►  2016 (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (16)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (81)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  June (8)
    • ►  May (8)
    • ►  April (12)
    • ►  March (25)
    • ►  February (17)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (79)
    • ►  December (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (7)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (15)
    • ►  May (15)
    • ►  April (9)
    • ►  March (8)
    • ►  February (3)
    • ►  January (15)
  • ►  2012 (116)
    • ►  December (12)
    • ►  November (21)
    • ►  October (12)
    • ►  September (15)
    • ►  August (16)
    • ►  July (3)
    • ►  June (14)
    • ►  May (7)
    • ►  April (8)
    • ►  March (4)
    • ►  February (4)

Labels

Acehku Catatan Mahasiswa Fhoto Goresan Penaku IslamPedia Jalan-jalan Puisi Review Film dan Buku Sosok Tulisan Sahabat Vidio dunia bola lomba blog

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

My Blog List

Translate

Laman

  • Beranda
  • Tentang Penulis
  • Twitter
  • My Facebook
  • My Instagram
  • Page
  • My Tumblr

Aceh Blogger

About Me

Popular Posts

  • Yong Sui Kim: Mualaf Meulaboh Terinspirasi Ayat-ayat Cinta
    KETEGUHAN Fachri dalam film Ayat-ayat Cinta ternyata tidak hanya berhasil membuat Maria yang diperankan oleh Carissa Putri jatuh cinta ...
  • Mencoba Mengerti Gejala Alam Lewat Film
    "Bencana memang bisa datang kapan saja dan maut tidak bisa kita hindari tapi resiko masih bisa kita kurangi, pahami dan cobalah menger...
  • Ketika Seumapa menghampiri Kita
    batincity.blogspot.com Seumapa, pernah kah Anda mendengar kalimat tersebut..?? Ane sering sekali mendengar kalimat tersebut. Seumapa ...
  • Rintihan Asa
    Oleh : Rahmat Amien ''Rif apa yang harus aku lakukan, aku belum sanggup. Belum sanggup Rif menerima kenyataan ini'' s...
  • Berdoa Menjelang 9 April, Esok
    Jam baru menunjukkan angka 03:00 sore, orang-orang sudah mulai berdatangan. Membantu apa yang bisa dikerjakan, sedangkan aku hanya asyik me...

Advertisement

VLOG

Copyright © 2015 Sudut Rahmatt. Designed by OddThemes