Berbicara tentang pulang kampung siapa sih yang tidak tertarik. Apalagi kalangan mahasiswa yang umumnya mahasiswa rantauan. Menjadi mahasiswa terkadang memang selalu merindukan akan kampung halaman. Di kampung halaman banyak kisah yang menarik dan menjadi kenangan, terkadang kita merindukan akan kenangan-kenangan itu. Maka tak heran, bila ada peluang untuk pulang kampung, mahasiswa pun ikutan pulang. Apalgi ketika ada transfortasi gratis.
 |
| boediinstitute.wordpress.com |
Pemilu calon legislatif kini hanya tinggal menghitung hari. Banyak para caleg memberikan jasa kepada mahasiswa agar mereka bisa pulang ke kampung halaman mereka. Dan ini sudah jauh-jauh hari direncanakan oleh para caleg. Para caleg ini mendekati orang tua mahasiswa dengan memberikan iming-iming transfortasi gratis, sehingga orang tua tergiur untuk memulangkan anaknya menuju kampung halaman dengan syarat memberikan suaranya untuk caleg yang telah memberikan transfortasi gratis tersebut.
Hari ini cuaca memang tidak bersahabat, cuaca masih saja seperti beberapa hari sebelumnya ketika aku tiba di kampung halaman ku ini. Cuaca di sini sangat berbeda jauh dengan cuaca di kota Banda Aceh. Bila di Banda Aceh cuacanya panas, untuk keluar saja enggan rasanya, namun di kampung halamanku, Aceh Barat Daya, hampir tiap hari mendung, bahkan tidak jarang hujan pun turun menghampiriku. Senang rasanya melihat hujan. Karena aku memang penikmat hujan, aku sangat suka dengan tetesan-tetesan hujan yang turun dari langit itu. Apalagi tetesan itu menyentuh tanganku.
Makcek Rus datang kerumah, berbincang-bincang dengan Mak. Banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari pemilu yang sebentar lagi di adakan. Aku asik bermain dengan laptop didepanku. Selain kami bertiga juga ada Kak Mur, kakak perempuanku yang sedang menunggu waktu untuk melahirkan buah hatinya, dan juga ada Mak Ri, ikut berbincang dirumah ku yang sederhana. Sesekali diambilnya sirih di atas puan lalu diolehnya kapur ditambahkan dengan pinang. Kemudian beliau memakannya sambil bercerita tentang kisah masa kecilnya yang penuh dengan kebahagiaan. Ada lucu juga kadang kala ketika mendengar cerita dari Makcek Rus, bahkan tak heran hampir semua penghuni dirumahku tertawa mendengar cerita Makcek Rus, tidak terkecuali aku.
He just quietly
Understand whether either ignorant
The circumstances around it
Sometimes she looked at the empty
Whispered softly in nature
Knows what is seen in his eyes
Boredom, fatigue
He was very hard for me
I keep looking in silence
Figure anesthetize the whole purpose of this life!
Dear, let me write a poem miss you
When the sun sets, then look at him
I will be present among the silhouettes miss
Dear, look. Is not it beautiful twilight
There were clumps of red at the end of the saga there
Beautiful, light emitting, like singing longing
The sun sank in the increasingly fed by the dark of night
But he will still be present tomorrow dear.
Although no longer lives in the body
Unfortunately, the wind really cold here.
Leave me a message through which you missed this
I hope you feel this longing
In every breath that you breathe
Leave me a message has been missed the last wind brought
Dear, feel my longing
I really miss you here.