• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Sudut Rahmatt

Menulis apa yang ingin ditulis, sedikit berbagi pengalaman tantang keadaan disekitar, siapa tau bermanfaat, Blog ini hanyalah ketikan iseng biasa.

Hari ini cuaca memang tidak bersahabat, cuaca masih saja seperti beberapa hari sebelumnya ketika aku tiba di kampung halaman ku ini. Cuaca di sini sangat berbeda jauh dengan cuaca di kota Banda Aceh. Bila di Banda Aceh cuacanya panas, untuk keluar saja enggan rasanya, namun di kampung halamanku, Aceh Barat Daya, hampir tiap hari mendung, bahkan tidak jarang hujan pun turun menghampiriku. Senang rasanya melihat hujan. Karena aku memang penikmat hujan, aku sangat suka dengan tetesan-tetesan hujan yang turun dari langit itu. Apalagi tetesan itu menyentuh tanganku.

Makcek Rus datang kerumah, berbincang-bincang dengan Mak. Banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari pemilu yang sebentar lagi di adakan. Aku asik bermain dengan laptop didepanku. Selain kami bertiga juga ada Kak Mur, kakak perempuanku yang sedang menunggu waktu untuk melahirkan buah hatinya, dan juga ada Mak Ri, ikut berbincang dirumah ku yang sederhana. Sesekali diambilnya sirih di atas puan lalu diolehnya kapur ditambahkan dengan pinang. Kemudian beliau memakannya sambil bercerita tentang kisah masa kecilnya yang penuh dengan kebahagiaan. Ada lucu juga kadang kala ketika mendengar cerita dari Makcek Rus, bahkan tak heran hampir semua penghuni dirumahku tertawa mendengar cerita Makcek Rus, tidak terkecuali aku.

Hujan. Rinainya membasahi genteng rumahku. Deras, cuma sebentar bagai angin lalu. Ini malam minggu, rinainya turun dengan perlaan, dingin. "Hujan adalah aku" terlintas kata itu di benakku. Ya, hujan adalah aku. Semua orang mengatakan itu bahwa setiap hujan datang pasti ada aku dibaliknya. Oia aku lupa memperkenalkan diri, Namaku Rahmat sedangkan nama belakangku aku ambil dari nama Ayahku Muhammad Amin. Aku hanya mengambil kata belakang dari nama Ayahku saja, yaitu Amin. Jadi namaku adalah Rahmat Amien, meski di akta kelahiranku jelas-jelas hanya tercantum nama Rahmat saja, tidak ada kata Amin-nya. Ah, lupakan itu.

Hujan adalah Rahmat, sering sekali aku mendengar kata itu. Betapa beruntungnya orang yang bernama Rahmat. Betapa tidak rahmat itu paling dibutuhkan semua orang, termasuk ketika hujan turun. Aku senang melihat hujan, hujan itu indah bagiku. Meski ia membuat kedinginan kadang kala. Mungkin aku lahir kala hujan turun, makanya orang tuaku memberi namaku dengan kata Rahmat. Ah, aku lupa menyanyakan itu kepada Mak yang telah melahirkan ku, dan kini kutinggalkan ia ikapung tepat kelahiranku Krueng Pantoe, Aceh Barat Daya.

Hal sepele yang di lakukan akan menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi orang lain. Aku punya seorang Ayah yang sangat perhatian, namun di balik perhatiannya membuat aku malu, harus menerima ejekan dari teman-temanku. Kejadian ini terjadi ketika aku masih duduk di kelas 2 SMP di kotaku, pagi itu, Ayah mengambil pulpen dari tas yang sering kupakai untuk kesekolah. Padahal aku memilki pulpen lebih dari satu dalam tas itu.

Sebelum menuju kesekolah, aku bersalaman kepada kedua orang tuaku dan meminta sedikit uang jajan, dan ku lihat Ayahku sedang menulis, namun aku tidak begitu menghiraukannya. Beberapa menit kemudian ketika aku sudah berada dalam ruang kelas, aku langsung mengambil posisi duduk dan mengambil sebuah buku dan pulpen, karena bel sekolah memang sudah di bunyikan. Ternyata pulpen yang ada di dalam tasku itu sudah tidak kehabisan tinta, sehingga aku harus meminjam kepada kawanku.

Malam ini, bukan kali pertama aku harus meninggalkan kampung halaman. Ini adalah yang ke sekian kalinya, dan aku tidak dapat menghitungnya ini ke pergian yang keberapa. Ada rasa bahagia tersendiri malam ini, bulan seolah tersenyum menggambarkan kebahagiaan yang ku rasa. Bersama purnama aku kembali ke Kota Banda Aceh, untuk melanjutkan studiku di Universitas Jantoeng Hatee Rakyat Aceh. Universitas Syiah Kuala di situlah aku menempuh pendidikan strata 1 ku.

Sebelum berangkat aku merasa lapar sekali. Namun ku urungkan niat ku untuk makan sepiring nasi, karena aku baru saja makan sore tadi atau tepatnya 3 jam yang lalu. Namun pas aku baru memasukkan beberapa sendok nasi ke dalam piring, dan aku sedang mengambil lauk untuk ku makan, namun belum sempat aku makan, mobil yang ku tumpangi datang, dan makanpun di batalkan. Beberapa menit sebelumnya aku mengatakan pada 2 adikku dan mamakku ''jika aku makan nasi, mobilnya pasti akan tiba'' dan perkiraan itu tepat sekali. Tapi ini semua hanyalah unsur kebetulan semata.

Pagi kembali datang. Mentari kembali bersinar, aku bersyukur kepada tuhan hari ini, karena masih bisa menikmati hari. Pagi ini aku menunggu seorang teman, katanya dia akan kesini untuk mengkopi beberapa tugas yang aku simpan dilaptop. Karena hidup ini harus saling berbagi, jika bisa membantu kenapa tidak untuk membantu, karena suatu saat kita akan membutuhkan bantuan orang lain.

Sekitar jam 9:03 pagi, nada ponselku berbunyi, sebuah pesan masuk dari Bang Andi dan ku baca isinya. Dia menanyakan apakah aku bisa untuk pergi kerumah sakit untuk mengontrol kesehatan gigiku. Aku manyanggupinya. Sebelum pergi ku selesaikan tugas untuk meringkas buku teknologi komunikasi setengah halaman dauble folio. Setelah itu baru aku siap-siap untuk menuju rumah sakit.


Malam ini aku merasa bahagia, entah apa yang terjadi, namun aku benar-benar bahagia. Ya ini bahagia dadakan tanpa ada sebab. Jam masih menunjukkan angka 23:47, jadi masih ada sisa 13 menit lagi untuk sekedar main pesbukan.

13 menit berlalu, waktu begitu cepat berjalan tanpa terasa, namun aku harus menyelesaikan tugasku sebagai operator warnet. Pengganti ku sudah datang, dan ia sedang membaca koran hari ini, ia duduk di bangku depan, sambil mengangkat kaki kirinya yang diletakkan di atas paha kaki kanannya. Dia begitu menikmati suguhan berita hari ini. Sempat ku lihat dia membuka halaman olahraga, seorang lelaki pasti lebih suka membaca tentang olahraga meski ia tidak suka berolahraga. Aku salah satunya. Aku tidak suka berolahraga, namun aku suka membaca berita-berita tentang olahraga.



Hujan. Suasana menjadi dingin. Air tergenang dimana-mana. Hujan begitu deras tadi. Sehingga air ii begitu cepat tertampung. Bahkan air menggenangi jalan-jalan, tap ini bukan bajir, karena airnya terlalu sedikit. Sesekal ku melihat ke sekitar, orang-orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Di sebelah kananku ada seorang ibu yang sibuk memindahkan beberapa pot bunga yang tergenang air. Di samping kananku, airnya memang tergenang, ini bagaikan danau air hujan.  3 ekor bebek berada tidak jauh dari hadpan ku. Mereka merasakan bulir-bulir gerimis yang turun dari langit.

3 ekor kucing ada di sebelah kiriku, namun badan mereka basah dengan air hujan. Satu duduk diatas kursi sedangkan dua lainnya di bawah. Sesekali ku melihat seperti ada cinta segi tiga antara 2 kucing jantan dan satu kucing betina. Kucing yang duduk di kursi mengeong ketika 2 kucing yang di bawah berdekatan. Lalu sang kucng yang duduk di atas kursi turun dan mengganggu 2 kucing yang yang sedang berpacaran dibawah. Kacau 2 kucing yang d bawah merasa terganggu sehingga 2 kucing jantan berantam dan kabur  ketika ada pemilik ruko di sebelahku meleraikan perkelahian mereka, namun aku tidak sempat mengambil momen tersebut yang menurutku lucu dan unil kisah cinta segitiga kucing.


Pagi ini masih hujan, namun tidak begitu deras. Aku masih bisa menuju kekampus. Bisa dikatakn ini hanya gerimis. Suasana langit mending, mentari tertahan sang awan yang menutupinya.

Perkulihanku hari cukup menarik, dari presentasi tentang makalah yang aku dan kawan-kawan buat bersama. Namun yang paling menarik ketika mempresentasikan sebuah produk dari kelompok konseptor, kelompokku sebagai evaloator. Meski aku tidak menyanggah, namun aku cukup memberikan ide-ide saja selama 10 hari terakhir mempersiapkan tugas ini.


Titik-tirik gerimis mulai turun satu persatu membahasi bumi ini. Ku lihat dia menjulurkan tangan ingin merasakan hujan. Ada sesuatu yang dirasakannya. Aku tak tahu itu, namun juga ada sedikit emosi marah melekat di wajahnya, aku dapat melihat itu, hari ini dia marah-marah saja.

Kau tahu mengapa ia marah??? Aku tahu itu, ia menganggapku seorang pemalas yang enggan membereskan maupun membersihkan istana tempat tinggal kami. Aku sengaja melakukan itu, aku ingin melihat ekspresi dia bagaimana. Namun kelakuanku ini memang membuatnya marah padaku, bahkan di sepanjang perjalanan menuju kampus dia enggan berbicara padaku, kecuali ada hal penting yang ingin dia tanyakan padaku.

Tik. Tik. Tik. Rinai hujan turun satu demi satu membasahi genteng kost-kostanku. Suasana dingin kini datang mencekam. Diluar hujan begitu deras, bagaikan nyanyian yang diiringi dengan angin yang menerpanya. Indah karena ia memiliki kenangan bagi setiap penikmatnya.


hidup seorang diri di dunia ini memang tidak mengenakan. Setiap saat selalu membutuhkan bantuan orang lain dari segala aspek kehidupan. Di dunia ini semua sudah dipasangkan berpasang-pasangankan, ada siang ada malam, ada putih ada hitam, ada laki-laki dan ada perempuan. Menurutku mereka yang menyukai sesama jenis itu adalah pelampias nafsu saja, ataupun ada faktor lain yang tidak aku ketahui.

senja demi senja telah berlalu meninggalkan lembayungnya. Indahnya masih terasa, membekas bagi pengagum senja. Aku tak tahu, sejak kapan aku menyukainya. Setiap ku tatap senja, hatiku selalu mengingatkan pada sesuatu yang aku tidak ketahui sama sekali. Sepertinya kisah itu indah, tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya?? Atau aku hanya bermimpi. Ini seperti ilusi, mungkin aku berkhayal terlalu tinggi. Dan aku takut aku akan terjatuh dari hanyalan semu itu.

Sumber : Google
Hari ini hujan kembali mengguyur kota tempat tinggalku. Rinai-rinai yang jatuh begitu deras menyapa genteng atap kost-kostan tempat aku tinggal di perantauan ini. Hujan mambangkit memori-memori yang telah berlalu.

Ku keluar menatap indahnya hujan. Sambil menjulurkan tangan kearah hujan, menikamati rinai-rinai yang begitu menyejukkan. Ku pejamkan mata ketika tanganku menyentuh hujan, sebuah kenangan terlihat disana. Sambil tersenyum ku buka lagi mataku. Menyaksikan hujan turun.

Kau tahu apa yang aku lihat, sebuah kenangan masa lalu. Momori daun pisang, begitulah judul lagu dangdut yang pernah ku dengar. Memori daun pisang benar-benar terjadi padaku, meski ini bukan kisah cinta. Bukan. Ini kisah cinta, cinta untuk terus besekolah.

Meski hari ini tak hujan atau pun gerimis tak menyapa, namun aku masih baik-baik saja disini. Tetap menanti matahari tenggelam dan menunggu bersinar kembali. Akhir bulan, semua akan berfikir hidup susah di akhir bulan. Namun kapan bulan akan berakhir, karena bulan terus dan terus berjalan. Namun tanggal demi tanggal berakhir kembali seperti sedia kala.


Sumber: Google
Hidup di perantauan itu tidak gampang. Disini kita harus hidup mandiri tanpa perlu bergantung pada orang lain. Aku hanya menikmati hidup ini apa adanya. Kadang aku harus mengeluh sendiri, dan ingin berhenti disini. Dan memutar haluan kembali lagi ke kampung halaman.

Namun, ku berfikir lagi. Bagaimana wajah Mak dan Ayah, serta keluargaku, apakah aku harus mengecewakan mereka?. Tak sanggup rasanya melihat Mak bersedih mengeluarkan butiran air mata berharganya. Dia yang selama ini merawat dengan kasih sayang. Dan kini demi cita-cita, doa mak selalu mentertai setiap langkahku. Mungkin itu yang menguatkan ku disini. Meski ku terjatuh namun aku harus bangkit demi sebuah senyum indah itu. Senyum indah Mak dan Ayah.


Sumber Google
Hujan masih mengguyur dengan derasnya disini. Ku duduk di depan teras rumah Wilda sahabat ku. Dengan secangkir kopi panas untuk berdua mengenang kisah masa lalu. Ingin rasanya kembali ke masa aku dan Wilda masih kecil, bermain-bemain dengan air kala hujan turun. Meski Mak kami berdua marah-marah. ''Jadi balek ke Banda malam ini, Mad??'' tanyanya sambil meneguk dua sendok kopi panas yang ada di tangannya.
''Jadi'' balasku seadanya ''Kamu jadi malam besok'' aku bertanya balik pada wilda yang kini duduk di sampingku ini.
''Jadi'' balasnya sekenanya. Hujan begitu deras dan kencang, suasana menjadi dingin.

**
aku siap-siap packing, karena malam ini aku harus segera kembali ke Perantauan untuk menempuh pendidikan strata 1 ku disana. Kini aku sudah kuliah semester 5 di salah satu perguruan tinggi negri di Banda Aceh. Lama masih aku akan berangkat.


Sumber : Google
Hidup ini hampa bila dia pergi. Ada kerinduan setiap jauh dengannya. Setiap ada tangisan selalu namanya yang pertama ku panggil, jarang bahkan tak pernah aku menyebut ayah bila aku sedang sakit. Ikatan antara ibu dan anak sangat dekat sedekat hati dan pikiran.

Nasyid-nasyid tentang ibu begitu menyentuh, You Number One For Me begitulah judul lagu yang sedang ku dengar melalui headset yang ku pasang di telinga.

Sumber : Serambi News

Hari ini suasana di kampung ku masih dalam nuansa lembaran haji. Banyak anak-anak bermain ria bersama dengan teman-temannya. Duduk di post jaga menunggu labi-labi (nama angkutan umum di kota ku). Mereka menunggu bukan untuk menaiki angkutan tersebut, namun untuk berperang melawan anak-anak yang sudah siap siaga di dalam angkutan tersebut. Senapan mainan berbagai jenis seudah di persiapkan jauh-jauh hari sebelum hari raya tiba.

Mungkin ini sudah jadi tontonan tahunan buat warga sekitar, ya karena perang ini sudah ada sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).


Sumber : Google
Siang telah menampakkan wujud, pagi sudah mulai terang meski mentari belum menampakkan cahaya emasnya dari balik pegunungan. Masih terasa sejuk, karena hujan dari semalam. Ku tarik lagi selimut untuk menutupi tubuhku yang kedinginan. Hingga seorang lelaki yang kini sudah berumur 63 tahun membangunkanku. Ya dia adalah lelaki yang sering ku sebut dengan nama Ayah. Ayah yang sangat perhatian meski ia tidak memberikan materi buat anak-anaknya namun dia memberikan kasih sayang yang tulus buat anak-anaknya. Setiap malam aku melihat dia bangun dari tidurnya, dan memeriksa anak-anaknya satu persatu. Kini ketika aku sudah menempuh pendidikan di luar kota ku, aku baru tahu betapa dia menyayangi anak-anaknya. Meski dulu aku sempat merasa malu memiliki Ayah seperti dia, namun kini ku sadari aku masih labil kala itu. Dulu ketika aku masih duduk di kelas 2 SMP di desa ku, aku lupa membawa sebuah pulpen. Tanpa aku sadari Ayahku berbaik hati mengantarkan pulpen itu kesekolah tempat aku belajar kala itu. Di saat itu aku merasa malu, kenapa mesti mengantar, toh itu kan cuma pulpen, aku kan bisa pinjam sama kawan. Itu yang ada dalam fikiran ku kala itu. Sepulang dari sekolah aku bahkan marah padanya, kenapa mesti di antar kesekolah, dan mengancamnya untuk tidak melakukan itu lagi. Padahal jika aku berfikir kala itu dia adalah Ayah yang sangat perhatian bukan?.




Sumber : Google
Mendung. Gerimis mulai mengeluarkan kristal-kristal beningnya. Dingin, semua masih tertawa mendengar kisah lucu itu, aku tertawa, kamu tertawa dan kita semua tertawa. Tik tik tik, begitu suara hujan terdengar di genteng atap rumahmu, tempat kita duduk bersama.

Kristal-kristal itu semakin kecang menjatuhkan diri dari langit. Dengan angin yang kencang semakin membuat suasana semakin dingin dan seperti menusuk-nusuk kedalam tulang-tulang tubuhku. Ku lihat di sudut sana, seorang Bapak sedang duduk sambil memperhatikan hujan turun. Sesekali di makannya Leumang yang ada di hadapannya. Selesai makan ia membakar rokok daun nipahnya, sesekali ia mengeluarkan asap dari mulutnya. Bapak setengah baya itu menatap senang karena semua anaknya berkumpul disini. Dia adalah adik dari Mamakku. Anak keempat dari nenekku. ''Tika, peugoet kupi keu abah'' teriaknya meminta dibuatkan kopi oleh anak gadisnya. Ya dia sering di panggil abah oleh anak-anaknya, namun bukan anaknya saja yang memanggil nama itu, kadang aku sebagai keponakannya juga memanggil nama itu, nama yang mereka sebut Abah. Abah memiliki 4 orang anak yang notabenenya perempuan semua, Abah begitu mendambakan seorang anak lelaki, namun di usianya yang sudah setengah Abad, tidak mungkin lagi dia mengharapkannya lagi. Namun dia masih berharap mempunyai cucu laki-laki dari anak-anaknya. Namun cucu pertamanya juga perempuan.

Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

Rahmat Amien

Buat Lencana Anda

LATEST POSTS

  • Ingin Menikmati Alam Terbuka, Ayo ke Hutan Kota BNI
    Beberapa Jenis Bunga yang ada di Hutan Kota BNI Banda Aceh Apa yang terbayang di benak Anda, bila ane berbicara tentang hutan. Pasti ...
  • Kiat-Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
    Sumber Gambar: curhatsultan.blogspot.com Menjadi mahasiswa itu sudah menjadi pilihan wajib ketika lulus dari SMA, meski tidak semua ora...
  • Daihatsu Sirrion Pilihan Tepat Kaula Muda
    Sumber Foto: Daihatsu.co.id Sahabat Muda yang suka jalan-jalan tentu memilikii sebuah impian memiliki sebuah mobil keren dengan gaya spo...
  • Cerita Anak Rantau
    Menjadi seorang anak rantau, beerjalan di negeri orang, tiada sanak saudara, hanya teman sebagai andalan, Begitulah nasib sebagian orang ...
  • Jatuh Cinta dan Menikah dengan Odha, mungkinkah?
    Judul : Positif Pengarang : Maria Silvi Penerbit : Jogja Bangkit Publisher Tebal ...
  • Siapakah dia?
    Dia bagai angin bagai layang-layang dimanakah dia ayo kita gapai saat jurang menuntun kita dia akan perjelas jalannya dan mengacuh...
  • Apa itu Galau?
    Menurut sumber orang yang sering galau yaitu diri gue sendiri. Galau adalah Keadaan Dimana seseorang menjadi murung secara mendadak bisa ...
  • Masjid Putih Darussalam, Istiqlal-nya Aceh
    Masjid Putih dari Depan Masjid menjadi ikon yang menarik bila kita berada Aceh, hal ini karena di landasi gelar untuk Aceh sendi...
  • Pentingnya Pendidikan Menurut Para Ahli
    Pendidikan adalah fenomena yang fundamental atau asasi dalam kehidupan manusia. Kita dapat mengatakan, bahwa di mana ada kehidupan manusia,...
  • Lirik Lagu Ibu - Rafly (Ost. Hafalan Shalat Delisa)
    Ketika saya pertama kali mendengarkan lagu ini rasanya langsung ingin berjumpa sama ibu, begitulah betapa liriknya sangat menyentuh. Lagu I...

Categories

  • #1othnTsunamiAceh
  • #CatatanKKN
  • #CharmingBandaAceh
  • 10 Sinetron tidak layak nonton
  • 10 tahun tsunami Aceh
  • 17 Agustus
  • 17 Agustus 2014
  • 23 is my age
  • 50:50 Antara Hidup dan Mati
  • 50/50 movie
  • Abdya
  • Abu Hamzah
  • Aceh Barat
  • Aceh Barat Daya
  • Acehku
  • Afgan
  • Afgan - Sabar
  • al gazali
  • All About Fatin
  • Android apps
  • anime
  • Anna Kendrick
  • asus
  • ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku
  • ASUS Slimbook
  • ASUS Slimbook X401U
  • Asus Smartphone
  • ASUS ZenFone
  • Asus Zenfone 2 Laser
  • Asus Zenpad C 7.0
  • asus zenpad pusat hiburan dan multimedia di tangan anda
  • Asus zenpad pusat hiburan dan multimedia terlengkap
  • Atlentico unggul 1-0 Real Madrid
  • Baba Studio
  • babi
  • Banda Aceh
  • Bank Aceh
  • Bantuan Sosial
  • Bayi
  • Beasiswa LPDP
  • Beban ekonomi TB
  • Berbagi
  • blood for life
  • Bola
  • Brasil vs Kroasia
  • budaya
  • budi doremi
  • bui
  • bunuh diri
  • bunuh diri karena kartun naruto
  • caleg
  • Catatan
  • Catatan Mahasiswa
  • Cerita Alam Dari Pesisir
  • cerita hari ini
  • coba-coba
  • Daihatsu Sirrion
  • Daihatsu Sirrion Pilihan Tepat Anak Muda
  • Daihatsu Sirrion Sporty dan Stylist
  • david archuleta
  • Diari Hujan
  • Donor Darah
  • Donor Darah Himakasi Unsyiah
  • Download
  • Download lagu terbaru 2014
  • dr Zaini Abdullah
  • dua tahun pemerintahan zikir
  • dunia bola
  • Dunia Hamster
  • Elektronik
  • English Version
  • Entertainmen
  • Epic 2013
  • episode baru
  • eva celia
  • Fatih Seferagic
  • Fatih Seferagic Idola baru kaum perempuan. Fatih Seferagic penghafal Al-Qur'an
  • Fhoto
  • Fieldtrip
  • Film Pendek
  • Final Liga Champion 2014
  • Fisip Unsyiah
  • FLP Aceh
  • Free Download
  • free mp3 terbaru 2014
  • Galang Dana
  • gatget
  • Gedget
  • Gita Gutawa
  • Goresan Penaku
  • harga samsung A5 A500F 4G LTE
  • harga smartphone
  • Hari kemerdekaan Indonesia
  • Hewan Peliharaan
  • Himaksi Unsyiah
  • Independen Day Of Indonesia
  • info
  • Ippelmakuba
  • IslamPedia
  • Jalan-jalan
  • jangan takut donor darah
  • JKT48
  • Jonathan Levine
  • Joseph Gordon Levitt
  • Judika
  • Kampus Cyber
  • Kampus Impian
  • karun
  • kebahagiaan
  • kebakaran bank aceh
  • Kesehatan
  • Kesehatan Hewan
  • keteguran
  • Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
  • KIP Aceh
  • Komunikasi Unsyiah
  • Kopi Luwak
  • Kopi Paste
  • KPI
  • kritis
  • Lagu Bagus
  • laptop
  • laptop ASUS
  • lifestyle
  • Liga Champion
  • lomba
  • lomba blog
  • Lomba Blog Kebencanaan 2014
  • lomba menulis kebencanaan
  • Luwak
  • Mahasiswa Berprestasi
  • Mahasiswa Online
  • Makalah
  • Masjid
  • Masjid istiqlal
  • masjid istiqlalnya Aceh
  • Masjid Putih
  • masjid putih darussalam
  • melayu
  • Mengenal Yoshi Sudarso
  • Mengerti bencana lewat film
  • Mp3
  • muallem
  • Musibah
  • Muzakkir Manaf
  • naruto
  • news fhoto
  • Noah
  • notebook ASUS
  • notebook terbaik
  • Nyala Satu Tumbuh Seribu
  • opini
  • Paskibraka
  • Pemerintahzn Zikir
  • pemilu
  • pemilu 9 April 2014
  • Pendidikan
  • Penyakit Rabies
  • Penyakit Rabies pada Luwak
  • Perempuan dan perdamaian
  • piala dunia
  • PMI
  • PMI Aceh
  • politik uang
  • Power ranger 2015
  • power ranger Dino Charge
  • Puisi
  • Rabies Luwak
  • radio heart
  • Rangkaian Kata
  • Real Madrid VS Atlentico Madrid
  • Rencong
  • Reportase
  • review blog
  • Review Film dan Buku
  • review samsung galaxy a5 a500f 4g lte
  • rihanna
  • rossa
  • Sabar
  • Safiyya Karra
  • Samatiga
  • Samsung Galaxy A5 A500F 4G LTE
  • sang pemenag
  • SBY
  • Serial Power ranger
  • Seth Rogen
  • seumapa
  • shakira
  • Shane Filan
  • Sifat orang jepang yang patut ditiru
  • sinetron Indonesia
  • smartphone
  • smartphone 4G
  • smartphone android
  • Smartphone Berkamera Hebat dengan Laser Auto Focus
  • smartphone murah
  • smartphone terbaik
  • smartphones
  • Sosok
  • sosok penghafal Al-Qu'an fenomenal
  • Stranger By The Day
  • suap
  • taman
  • taman hutan Kota BNI
  • TDMRC
  • Teguran KPI
  • Tentang Saya
  • Tentangmu
  • Thalassemia
  • Tidak semua Kartun Bisa di Tonton Oleh Anak-Anak
  • tradisi
  • Tsunami
  • Tuberkulosis
  • Tugas Kuliah ku
  • Tulisan Sahabat
  • Ubudiyah Blog Contest 2015
  • Ulang Tahun
  • Unik
  • uu pemilu 2012
  • UUI
  • Vidio
  • viva word cup 2014
  • wisata
  • wisata Banda Aceh
  • wisata Pantai
  • Wisata Panteubreuh
  • wisata religi
  • Xiaomi Red 2
  • Yamaha Fino FI
  • Yoshi Sudarso
  • Yoshua Sudarso
  • Zenfone 2 Laser
  • Zenpad sebagai pusat hiburan dan multimedia mobile
  • ZIKIR

Recent Posts

Powered by Blogger.

Blog Teman

  • Abhy Reinkarnasi
  • Al Muhajjir
  • Al Mukarramah
  • Anggita Riski Amalia
  • Ansri Melati Berutu
  • Cult Liza
  • Dharman Sagiboy
  • Dora Asra
  • Gam Inong Blogger
  • Khusnul Wardah
  • Maya Hervia
  • Muhammad Irham
  • Rahmat H Munandar
  • Teguh Pratama

Search (Don't Edit)

Follow Me

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  August (1)
      • Pentingnya Pendidikan Menurut Para Ahli
  • ►  2016 (6)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (16)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (81)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  June (8)
    • ►  May (8)
    • ►  April (12)
    • ►  March (25)
    • ►  February (17)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (79)
    • ►  December (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (7)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (15)
    • ►  May (15)
    • ►  April (9)
    • ►  March (8)
    • ►  February (3)
    • ►  January (15)
  • ►  2012 (116)
    • ►  December (12)
    • ►  November (21)
    • ►  October (12)
    • ►  September (15)
    • ►  August (16)
    • ►  July (3)
    • ►  June (14)
    • ►  May (7)
    • ►  April (8)
    • ►  March (4)
    • ►  February (4)

Labels

Acehku Catatan Mahasiswa Fhoto Goresan Penaku IslamPedia Jalan-jalan Puisi Review Film dan Buku Sosok Tulisan Sahabat Vidio dunia bola lomba blog

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

My Blog List

Translate

Laman

  • Beranda
  • Tentang Penulis
  • Twitter
  • My Facebook
  • My Instagram
  • Page
  • My Tumblr

Aceh Blogger

About Me

Popular Posts

  • Yong Sui Kim: Mualaf Meulaboh Terinspirasi Ayat-ayat Cinta
    KETEGUHAN Fachri dalam film Ayat-ayat Cinta ternyata tidak hanya berhasil membuat Maria yang diperankan oleh Carissa Putri jatuh cinta ...
  • Mencoba Mengerti Gejala Alam Lewat Film
    "Bencana memang bisa datang kapan saja dan maut tidak bisa kita hindari tapi resiko masih bisa kita kurangi, pahami dan cobalah menger...
  • Ketika Seumapa menghampiri Kita
    batincity.blogspot.com Seumapa, pernah kah Anda mendengar kalimat tersebut..?? Ane sering sekali mendengar kalimat tersebut. Seumapa ...
  • Rintihan Asa
    Oleh : Rahmat Amien ''Rif apa yang harus aku lakukan, aku belum sanggup. Belum sanggup Rif menerima kenyataan ini'' s...
  • Berdoa Menjelang 9 April, Esok
    Jam baru menunjukkan angka 03:00 sore, orang-orang sudah mulai berdatangan. Membantu apa yang bisa dikerjakan, sedangkan aku hanya asyik me...

Advertisement

VLOG

Copyright © 2015 Sudut Rahmatt. Designed by OddThemes