Antara benci dan perasaan suka. keduanya berjalan beriringan
Menyembunyikan perasaan diantara kekaguman jiwa
Kau gadis berbaju orange telah menyentuh hatiku
Tanpa seizin ku kau menyentuh begitu dalam
Hingga aku terlena dengan perasaan
Aku bagaikan pengagum rahasia yang bersembunyi dibalik hati yang berkelana
Tak pernah terungkap perasaan yang terperangkap
Bagaikan istilah yang terdengar, tersembunyi di balik kata-kata
Menahan perih yang tak terkira
Malam memaksaku berkata untuk menutup mata
Berharap kenyataan terbawa dalam mimpi indahku malam ini
Lamnyong, 19 Maret 2014 (23:48 WIB)
Tadi tidur, sekarang bangun. Kemudian tidur lagi,
lihat jam. Jelas angka 1:57 telah melewati..
Detik Berjalan begitu cepat hingga menjadi menit
Dan menit terasa berjalan begitu lambat hingga mencapai jam
Begitu lama rasa na...
Aku harus menunggu pagi tiba..
akan kah aku sanggup terbangun kembali ketiga seruan-Nya di kumandangkan?
Atau aku tidak akan terbangun lagi untuk selama-lamanya.
Wallahu alam, itu sudah rahasia tuhan yang harus di jalani
Lamnyong, 19 Maret 2014 (01:58)
Dalam pekat gelap karena mati lampu semalam, kemudian juga gak bisa tidur. Hanya bisa jaga lilin hehhee. Tulisan ini tecipta karena mati lampu bergiliran yang sudah berlangsung beberapa hari ini. Dan ane memutuskan untuk menulis sambil mendengarkan radio RRI Pro 2.
Ane membuka catatan agenda klasik, dan menulis sebaris dua baris kata, yang kadang tidak nyambung diantara bait-bait yang ane tulis. Tulisan yang ane tulis sambil mendengarkan radio di Kota Ane, maklum dalam keadaan gelap :D, Tulisan tersebut ane beri judul "GELAP" yang sekarang sudah sedikit ane poles kata-kata yang cocok :D
 |
| Tulisan sebelum di poles :D |
Cekidot :D
GELAP
Oleh : Rahmat Amien
Gelap dianatara malam..
Membisu dalam keadaan...
Hening dengan suasana. Kelam
Kadang terdiam dan membisu
Berharap ada yang menggenggam tangan ini
Bagai dalam ilusi..
Jika aku terjatuh dan tidak mampu untuk berdiri
Genggagaman tangan itu akan membantu ku untuk bangkit
Setidaknya aku pernah berjuang
Menggenggam tangan bersama ilusi
Dan mencoba bangkit dari sepi...
Tegar bersama ratapan jangkrik malam
Terhibur dengan cahaya kunang-kunang
Lalu bernyanyi dengan irama alam
Ketika waktu datang, aku terdiam..
Lalu aku berlari, mengejar mengikuti arah matahari..
Terdiam dalam nafas tak beraturan..
Hingga aku menemui lelah yang tak berarti..
Begitu banyak telah ku lewatkan,
Begitu banyak sudah ku sia-siakan..
Dengan tanpa ku sadari, setiap detik berjalan meninggalkan ku.
Dan mereka sudah menjadi masa lalu yang baru terjadi
Waktu, Andai aku mengerti
Kau berlalu tanpa ku kutahui..
Di sini aku terus mencari sesuatu yang tak pernah ku ketahui..
Terbaring lelah di atas kasur nan empuk
Angin mendayu masuk dari celah jendela
menatap langit cahaya terik matahari..
mata berkunang-kunang, buram. seolah tertidur pulas
hingga tiba sosok bayangan putih yang datang mengakiri hidup ini
Dalam gelapnya jalanan, ia melaju kencang.
Tikungan-tikungan tajam terlewati dengan pasti.
Tak ada lagi keraguan.
Ini bagaikan elegi yang siap meratapi kerinduan.
Dalam perjalanan pulang.
Semua bernostalgia
Kala rindu benar-benar meratapi keluarga yang sudah lama tak bersua.
Suasana masih ramadhan di sepanjang jalan.
Lantunan-lantunan ayat terdengar dengan jelas.
Terlewati dengan teliti.
Uap-uap embun kini mulai membasahi jendela.
Suasana masih gelap.
Ini sudah tak malam lagi.
Jarum jam sudah menunjuk angka 03:31 pagi.
Anggap saja aku sudah sahur sebelum imsak tadi.
Bagai memoria yang terus berkecamuk dalam diri.
Bernostalgia dengan damai.
Dalam perjalanan pulang.
Semuanya sudah terlewat pasti.
Banda Aceh - Blangpidie.
Dua kota yang sering ku singgahi.
Dan selalu ku rindui.
Banda Aceh, Lamno, Calang, Meulaboh sudah terlewati.
Hanya menunggu beberapa jam lagi.
Aku akan bertemu dengan mereka lagi.
Dalam perjalanan pulang ini.
Rasanya begitu dinanti.
Alunan musik pengantar tidur terdengar dengan pasti.
Ini sudah terbiasa terdengar setiap kali naik mobil ini.
Kini ia mulai melaju meninggalkan kota demi kota.
Sungguh aku sudah tak sabar lagi.
July 28, 2013 at 3:38am
Dalam tumpukan-tumpukan kertas yang bertabur.
Berserakan entah berantah.
Deadline harus di buru.
Mengejar nilai yang ingin di capai.
Ah. Tak akan pernah selesai.
Dari pagi hingga malam dan pagi lagi.
Lelah badan, tak kunjung usai.
Telpon sana, telpon sini.
Kawan kelompok, bersantai angkat kaki.
Namun hanya teman yang baik yang paling mengerti.
Insomnia sudah jadi kebiasaan diri.
Mengejar deadline yang sudah pasti.
Tak luput doa di hati.
Mengejakannya meski malam hari.
Oh tuhan, berilah hamba kekuatan dalam mengerjakan tugas ini.
Lelah badan tak terfikirkan lagi.
Semangat dari pacar sudah mulai basi.
Lalu bagaimana ini?
Samebody help me
Lamnyong, 26 Juli 2013 pukul 5:08
Sayang, izinkan aku tuliskan puisi rindu untukmu
Saat matahari tenggelam, maka pandangilah dia
Aku akan hadir di antara siluet-siluet rindu
Sayang, lihatlah. Bukankah senja itu indah
Ada gumpalan-gumpalan merah saga di ujung sana
Indah, memancarkan cahaya, bagaikan melagukan kerinduan
Metahari kian tenggelam di makan oleh gelapnya malam
Namun ia akan tetap hadir hari esok sayang.
Meski nyawa tak lagi di badan
Sayang, angin disini sungguh dingin.
Ku titipkan pesan rindu ini padamu melaluinya
Ku harap kau merasakan kerinduan ini
Di setiap nafasmu yang kau hirup
Telah ku titipkan pesan rindu yang di bawa angin lalu
Sayang, rasakan kerindanku
Aku sungguh merindukanmu di sisni.
Sayang..
Jeritan hujan yang memapar dunia..
Itu isi hatiku..!!
Aku merindukan senyummu..
Aku merindukan candamu..
Kau yang jauh di sudut sana,!
Yang merasakan ke lembapan pagi
Rina Satria (10 - juni - 2013 / 10:32 WIB)
oleh Rahmat Amien
Angin senja mendayu begitu merdu
nyanyian ilalang begitu berirama.
Anak-anak bermain ria.
Bersama layang-layang kecil yang melayang di mega.
Angin senja begitu sejuk dan damai dalam kesenangan.
Awan bergerak perlahan.
Angin senja mengibas-ngibas rambutku yang terurai.
Mentari tak lagi terang sebentar lagi ia akan kembali keperaduannya
yang di ganti dengan pekat malam.
Angin senja begitu damai menyapa daratan..
Nyiur kelapa melambai-lambai mesra.
Hening sejenak.
Lantunan suaranya begitu merdu dan syahdu.
Membuat hati kian bergelora.
Menahan tangis dalam rindu.
Terpukai hati bersama gelapnya malam. Rindu.
Darussalam, 28 Mai 2013 (19:43 WIB)
Tunggu aku…
Aku akan berlari menuju
arahmu
Jangan lelah untuk
menungguku
Aku butuh cinta untuk
menguatkan ku disini
Meski pun ku tahu cinta
itu abstrak tak berbentuk
Ku yakin di ujung jalan
sana ada cinta untukku
Tunggu aku di ujung
jalan
Cinta yang akan menemani
hari-hari yang layu
Tak tahu kapan aku
akanbisa menyebrangi jalan ini
Terlalu banyak kendaraan
yang melewati jalan ini
Tunggu aku di ujung
jalan
Jangan lelah menungguku
Aku akan datang menemuimu
Jangan lelah untuk
menungguku
Karena ku yakin kaulah
bagian yang hilang dari hidupku
Oleh :Rahmat Amien
Aku melihat semburat senyum diwajahmu.
Kau berusaha melawan fatamorga, melawan kerasnya hidup ini.
Kau begitu tegar menghadapi kenyataan hidup ini,
Tak pernah ku lihat kau menangis mengeluh keadaan ini.
Kau selalu tersenyum, menahan kesedihanmu
Asa dan impianmu terlalu tinggi untuk membahagiakan anak-anakmu
Tak pernah ku lihat kau lelah, walau tidurmu hanya sebentar saja
Kau begitu bekerja keras
Berharap asa-asamu akan menjadi kenyataan
Yang akan merubah hidup dan keadaan ini
Halo sobat Blogger,
kali ini ane ingin memposting sebuah puisi teman ane, yang ane ambil dari
status pesbuknya dia, kayaknya dia lagi galau berat tu
(hehehehe) :D
Langsung saja, yuk kita simak puisinya.
Cekidot :)
Galau
Ajarin
aku tersenyum
Ajari aku menangis
Karna kesedihan ku
Tak mampu tersenyum
Karna kesedihan juga
Iklas...
Menjauh, pelan-pelan
hingga hilang di pelupuk mata
Pergi entah kemana
Mengikuti jejek-jejak angin
Melayang mengikuti mega-mega
Takhlukkan dunia, dengan langkah kaki
Menerjang badai..
Selamat sore sobat Bloger, kali ini Ane ingin berbagi sebuah puisi dari teman ane,
Yusnil namanya yang di tandai langsung ke
Facebook ane beberapa hari yang lalu. Mungkin puisi ini ungkapan hati yang sedang galau, gara-gara putus cinta dengan pacarnya. (yang sabar ya :D)
Yuk kita intip puisinya. Cekidot.. :)
Cerita Cinta
SERIBU
Sudah Seribu hari Ainun pindah ke dimensi dan keadaan berbeda.
Lingkunganmu, kemampuanmu, dan kebutuhanmu pula berbeda. Karena cinta
murni, suci, sejati, sempurna dan abadi tak berbeda. Kita tetap
manunggal, menyatu dan tak berbeda sepanjang masa.
Ragamu di Taman Pahlawan bersama Pahlawan bangsa lainnya. Jiwa, roh,
bathin dan nuranimu menyatu denganku. Di mana ada Ainun ada Habibie, di
mana ada Habibie ada Ainun. Tetap manunggal dan menyatu tak terpisahkan
lagi sepanjang masa.
"Titipan Allah bibit cinta Ilahi pada tiap insan kehidupan di mana pun.
Sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan dan kehendak-Mu Allah. Kami siram
dengan kasih sayang, cinta, iman, taqwa dan budaya Kami, Yang murni,
suci, sejati, sempurna dan sbadi sepanjang masa.
Allah, lindungi kami dari godaan, gangguan mencemari cinta kami. Perekat
kami menyatu, manunggal jiwa, roh, bathin dan nurani kami. Di mana pun,
dalam keadaan apa pun kami tetap tak terpisahkan lagi.
Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun ........... sampai akhirat !
rasa yang membuncah kini meledak
meninggalkan bekas luka yang menyakitkan
pelukan hujan semakin menyemain benih-benih luka
yang kini tumbuh menjadi dendam..
Hati kian membara
terbakar dengan luapan emosi yang kian meledak..
Dummm.......
Letusannya menghanyutkan rasa
sakit yang kian parah
luka yang semakin membusuk di dasar hati
masih belum terobati
bisikan-bisikan halus mulai merayu
mendayu dengan mudahnya
hingga semua terasa tak berdaya lagi
hanyut dan ternggelam dengan luapan emosi yang semakin dalam
namun kini hujan turun lagi
membersihkan luka-luka yang kini mulai bernanah
ku coba iklaskan kejadian itu!
Karena tuhan telah menyeru lewat sabda dan firman-Nya
senin 21 januari 2013
Hai Blogger, kali ini ane ingin berbagi tentang puisi yang ane ambi dari blog sebelah, Blognya teman ane
Irham yng sering ane panggil dengan nama Udin heheh. Ada beberapa puisi yang ane suka, tapi ane cuma ambil dua aja, takut yang punya marah Broe. Ckkckckck
Ni dia persembahan ane Puisi-puisi karya
Irhammudin. cekidot :D
PLUMERIA
oleh : Muhammad Irhamuddin
saat aku mencoba melihatnya, mereka menghilang
tapi saat semua sunyi, aku merasa mereka ada disekitarku
aku sadar, aku hanya kepingan kecil dari jagat raya yang luas
dan itu membuat semua masuk akal
saat aku mati, para ilmuan masa depan
mereka akan menemukanku
mereka kan tahu
pernah ada anak kecil tinggal bersama orang tuanya disini