Baby siapa sih yang tidak ingin melihat baby. Baby berasal dari bahasa asing yaitu Inggris, yang jika diartikan kedalam bahasa Indonesia berarti bayi. Mungkin ada diantara kita yang tidak ingin memiliki dedek bayi. Ya, banyak juga yang menggunggugurkan kandungannya karena belum siap memiliki seorang anak. Mereka-mereka ini adalah yang suka hidup bebas, atau wanita karir karena tidak memiliki waktu untuk mengurus seorang anak.
Mereka-mereka yang berbuat seperti ini, tentunya mendapat hukuman, baik secara agama maupun dalam kehidupan masyarakat. Yang saya maksud bukan wanita karir namun tetapi lebih ke orang yang menggugurkan kandungannya karena tega membunuh bayi yang ada di dalam kandungannya.
Matahari baru saja terbit. Aku masih tertidur pulas di atas tempat tidur. Lalu Abah datang mengingatkan bahwa, aku harus segera ke Alue Beliyong untuk menjadi saksi. Ah, aku pikir masih awal, tidak salahnya aku tidur sebentar lagi. Jam 08:15 aku bergegas siap-siap mandi, untuk segera ke TPS 5 untuk memberikan hak pilih. Namun di TPS 5 yang berada di Puskesmas Kuala Batee berjalan alot. Bagaimana tidak, panitia tidak menerima surat undangan dengan alasan terlalu banyak. Padahal bisa diletakkan di paling bawah sehingga pemilih tidak kewalahan menunggu.
Aku harus menunggu sekitar 1 jam, akhirnya bisa memberikan hak pilih pada 9 April hari ini. Benar-benar membosankan rasanya menununggu begitu lama. Ah biarkan saja, lalu aku berangkat ke desa Alue Beliyong dengan mengisi minyak motor 10 ribu rupiah. Jarak kesana kira-kira sekitar 9 kilo meter. Ya, aku disuruh oleh Abah untuk menjadi saksi di sana. Tak ada satu orang pun yang aku kenal, disana aku hanya berpuasa berbicara, aku hanya berbicara jika sedang perlu saja. Ternyata aku bukan seorang mahasiswa komunikasi, yang tidak bisa berkomunikasi dengan siapa saja. *salah jurusan kayak na guek*
Jam baru menunjukkan angka 03:00 sore, orang-orang sudah mulai berdatangan. Membantu apa yang bisa dikerjakan, sedangkan aku hanya asyik menonton film kemerdekaan di ShineTV. Tak ku hiraukan apa yang di kerjakan di dapur sana. Fikirku itu memang bukan tugas seorang laki-laki harus ikut memasak dengan para ibu-ibu. Ini bukan rumahku, hari ini aku sedang berada di rumah Cut Lot, adik bungsu dari Mak. Rumahnya memang tidak jauh dari rumah, untuk tiba dirumah Cutlot, aku bisa menghitung langkah kaki.
 |
| rodivbosid.blogspot.com |
Besok sudah tiba saatnya mencoblos, dan malam ini rencana akan ada pembacaan surat yasin di rumah Cutlot, memohon doa kepada yang Esa untuk memenangkan caleg yang mereka dukung. Dan disini aku tidak ingin menyebutkan nama partai tersebut. Mungkin ini adalah cara terakhir di tempuh untuk memenangkan pemilu esok hari.
Berbicara tentang pulang kampung siapa sih yang tidak tertarik. Apalagi kalangan mahasiswa yang umumnya mahasiswa rantauan. Menjadi mahasiswa terkadang memang selalu merindukan akan kampung halaman. Di kampung halaman banyak kisah yang menarik dan menjadi kenangan, terkadang kita merindukan akan kenangan-kenangan itu. Maka tak heran, bila ada peluang untuk pulang kampung, mahasiswa pun ikutan pulang. Apalgi ketika ada transfortasi gratis.
 |
| boediinstitute.wordpress.com |
Pemilu calon legislatif kini hanya tinggal menghitung hari. Banyak para caleg memberikan jasa kepada mahasiswa agar mereka bisa pulang ke kampung halaman mereka. Dan ini sudah jauh-jauh hari direncanakan oleh para caleg. Para caleg ini mendekati orang tua mahasiswa dengan memberikan iming-iming transfortasi gratis, sehingga orang tua tergiur untuk memulangkan anaknya menuju kampung halaman dengan syarat memberikan suaranya untuk caleg yang telah memberikan transfortasi gratis tersebut.