![]() |
| dewiafia.blogspot.com |
![]() |
| Sumber Foto : Google |
● ❤ ● Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
Fatimah Az - Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? * Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki - laki yang bukan mahramnya.
Mengurangi dosa
● ❤ ● Sehelai rambut yang diperlihat kepada seorang pria, satu dosa Anda dapat. Kalau sehelai rambut sengaja diperlihat kepada 10 orang maka 10 dosa Anda dapat. Tahukah berapa ribu helai rambut Anda? dan tahukah berapa ribu orang yang Anda hadapi setiap hari?.
Kapanlagi.com
- Sebagai salah satu agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia, agama Islam
memang mengalami perubahan yang begitu besar dalam satu abad terakhir.
Dengan
Al-Qur'an sebagai kitab suci mereka, umat Muslim sudah tersebar milyaran
totalnya di seluruh dunia ini dan berhasil berdampingan dengan pemeluk Kristen,
Katolik, Buddha, Hindhu, dan kepercayaan lainnya. Bahkan Indonesia menjadi
negara demokrasi dengan jumlah Muslim terbesar di dunia.
![]() |
| Sumber Foto : Arrahmah.com |
Pierre Vogel juga dikenali sebagai Abu Hamza adalah seorang pendakwah Islam Jerman dan bekas peninju profesional...
Vogel memeluk agama Islam pada tahun 2001 dan tidak lama selepas itu memulakan kursus pengajian Islam di Jerman...
Selama dua tahun beliau belajar bahasa Arab dan al-Quran di sekolah swasta Om Al-Qura di Mekah. Pada tahun 2006 beliau kembali ke Berlin dan memulakan pengajaran Islam di Al-Nur-Moschee (masjid) Neukölln, di universiti-universiti dan juga di kalangan orang Kristian.
Lelaki diciptakan untuk mencari isteri
shaleha. Jauhi jenis perempuan-perempuan di bawah untuk dijadikan isteri, nscaya
kamu akan bahagia :
1.
Al-Anaanah : Banyak keluh kesah. Yang selalu merasa tak cukup, apa
yang diberi semua tak cukup. Diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi
kereta tak cukup. Tak ridha dengan pemberian yang diberi suami. Asyik ingin
memenuhi kehendak nafsu semata, tanpa menghiraukan perasaan suami, tak hormat
kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong
suami, apa yang suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yang tak cukup.
Al-Qadhi
Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-Bazzar al-Anshari berkata
Dulu aku pernah berada di Makah-semoga Allah selalu menjaganya.
Suatu
hari aku merasakan lapar yg sangat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yg dapat
menghilangkan laparku. Tiba-tiba aku menemukan sebuah kantong dari sutera dan
diikat dgn kaos kaki yg terbuat dari sutera pula.
Ketika
aku buka aku dapatkan di dalamnya sebuah kalung permata yg tidak pernah aku
lihat sebelumnya.
Kemudian
aku keluar rumah dan saat itu ada seorang bapak tua yg berteriak mencari
kantongnya yg hilang sambil memegang kantong kain yg berisi uang lima ratus
dinar. Dia mengatakan ‘Ini adl bagi orang yg mau mengembalikan kantong sutera
yg berisi permata.’ Aku berkata kepada diriku ‘Aku sedang membutuhkan aku ini
sedang lapar. Aku bisa mengambil uang dinar emas itu utk aku manfaatkan dan
mengembalikan kantong sutera ini kepadanya.’ Maka aku membawanya ke rumahku.
Setibanya di rumah dia menceritakan kepadaku ciri kantong sutera itu ciri-ciri
kaos kaki pengikatnya cirri-ciri permata dan jumlahnya berikut benang yg
mengikatnya. Maka aku mengeluarkan dan memberikan kantong itu kepadanya dan dia
pun memberikan untukku lima ratus dinar tetapi aku tidak mau mengambilnya. Aku
katakan kepadanya ‘Memang seharusnya aku mengembalikannya kepadamu tanpa
mengambil upah utk itu.’ Ternyata dia bersikeras ‘Kau harus mau menerimanya’
sambail memaksaku terus-menerus. Aku tetap pada pendirianku tidak mau menerima.
Akhirnya bapak tua itu pun pergi meninggalkanku.
Saat Islam menyebar ke seluruh penjuru muka bumi, agama tauhid ini
begitu cepat diterima oleh banyak orang. Selain tanpa paksaan,
tampaknya Islam begitu luruh dengan budaya setempat, sehingga orang
mau menerimanya dengan tangan terbuka.
Masjid, sebagai pusat ibadah agama Islam tidak kaku dan harus bergaya
seperti wilayah asalnya. Melainkan terjadi asimilasi dengan gaya
arsitektur setempat sehingga selain menjadi unik, juga menggambarkan
bahwa Tuhan hadir di mana saja.
Di dunia ini ada banyak masjid unik yang mungkin belum kita ketahui, seperti misalnya di bawah ini :
![]() |
| Masjid Sangkore, Timbuktu |
“Apa yang dilakukan
Ubaid kepada istriku. Dulu, setiap malam kami lalui ibarat pengantin yang
sedang berbulan madu, tetapi sekarang ia telah mengubahnya menjadi seorang ahli
ibadah.”
Ubaid
bin Umair adalah seorang tabi’in mulia yang sering memberikan petuah.
Seringkali orang yang menghadiri majlisnya, tak terkecuali para sahabat,
menangis dan terharu biru oleh nasihatnya yang menyentuh kalbu. Ia adalah
hamba Allah yang kekuatan malaikatnya mampu mengalahkan kekuatan setannya, rasa
takutnya kepada Allah mampu menundukkan hawa nafsunya. Sehingga, ia bisa
menyiramkan rasa takut yang berbuah taubat kepada orang-orang di sekelilingnya.
Kisah wanita Mekah yang bertaubat berikut ini adalah salah satunya.
Uang Rp 1000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak
dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia... pada saat bersamaan mereka keluar
dan berpisah dari Bank dan beredar dimasyarakat. Empat bulan kemudian mereka
bertemu lagi secara tdk sengaja di dalam ...dompet seorang pemuda.
Kemudian diantara kedua uang tsb terjadilah percakapan yg Rp 100.000 bertanya kepada yang Rp 1000;
![]() |
| Sumber : google |
Amr bin Jamuh adalah salah seorang
pemimpin Yatsrib pada masa jahiliyah. Dia ipar Abdull bin Amr bin Haram, juga
kepala suku Bani Salamah yang dihormati yang dihormati karena pemurah dan
memiliki peri kemanusiaan yang tinggi serta gemar menolong orang-orang yang
membutuhkan
Telah menjadi kebiasaan para bangsawan jahiliyah untuk menempatkan patung di rumah mereka masing-masing. Dengan demikian, mereka bisa mengambil berkah dan dan memuja patung tersebut setiap saat. Selain itu, untuk memudahkan mereka meletakkan sesajen sembari mengadukan keluhan-keluhan mereka pada waktu yang diperlukan.
Patung di rumah Amr bin Jamuh bernama “Manat”. Patung itu terbuat dari kayu, indah dan mahal harganya. Untuk perawatannya, Amr bin Jamuh terkadang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hampir setiap hari patung itu dibersihkan dan diminyaki dengan wangi-wangian khusus dan mahal.
Tatkala cahaya Islam mulai bersinar di Yatsrib dari rumah ke rumah, usia Amr bin Jamuh sudah lewat 60 tahun. Tiga orang putranya: Mu’awadz, Mu’adz dan Khalad, serta seorang kawan sebaya mereka, Mu’adz bin Jabal, telah masuk Islam di tangan Mush‘ab bin Umair, sang duta Islam. Bersamaan dengan ketiga putranya, masuk Islam pula ibu mereka Hindun, istri Amr bin Jamuh. Amr tidak mengetahui kalau mereka telah masuk Islam.
Saat itu, para bangsawan dan pemuka suku di Yatsrib (Madinah) telah banyak yang masuk Islam. Hindun yang sangat mencintai dan menghormati suaminya khawatir kalau suaminya mati dalam keadaan kafir lalu masuk neraka. Sebaliknya Amr sangat mencemaskan keluarganya yang akan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Dia takut putra-putranya terpengaruh oleh dakwah yang disebarkan oleh Mush’ab bin Umair. Karena dalam tempo singkat Mush’ab berhasil merubah agama orang banyak dan menjadikan mereka Muslim.
Oleh sebab itu, Amr selalu berkata kepada istrinya, “Hai Hindun, hati-hatilah menjaga anak-anak, agar mereka jangan sampai bertemu dengan orang itu (Mush ‘ab bin ‘Umair)!”
“Ya," jawab istrinya. "Tapi apakah kau pernah mendengar putra kita bercerita mengenai pemuda itu?”
“Celaka! Apakah Mu’adz telah masuk agama orang itu?" tanya Amr gusar.
“Tidak, bukan begitu! Tetapi Mu’adz pernah hadir dalam majelis orang itu, dia ingat kata-katanya,” jawab istrinya menenteramkan hati Amr.
"Panggillah dia kemari!” perintah suaminya.
Ketika Mu’adz hadir di hadapan ayahnya, Amr berkata, “Coba baca kata-kata yang pernah diucapkan orang itu. Bapak ingin mendengarkannya."
Mu’adz membacakan surat Al-Fatihah kepada bapaknya.
“Alangkah bagus dan indahnya kalimat itu. Apakah setiap ucapannya seperti itu?” tanya Amr.
“Bahkan lebih bagus dari itu. Bersediakah ayah baiat dengannya? Rakyat ayah telah banyak yang baiat dengan dia,” kata Mu’adz.
Orang tua itu diam sebentar. Kemudian dia berkata, “Aku tidak akan melakukannya sebelum musyawarah lebih dahulu dengan Manat. Aku menunggu apa yang dikatakan Manat.”
“Bagaimana Manat bisa menjawab? Bukankah itu benda mati, tidak bisa berpikir dan tidak bisa berbicara?” kata Mu’adz.
“Kukatakan padamu, aku tidak akan mengambil keputusan tanpa dia!” tegas Amr.
Putra-putranya mengetahui benar kapan ayah mereka menyembah berhala itu. Mereka juga tahu kalau hati ayah mereka mulai goyah. Oleh sebab itu, mereka mencari jalan bagaimana cara menghilangkan patung tersebut dari hati Amr bin Jamuh. Salah satu jalannya adalah menyingkirkan berhala tersebut dari rumah mereka dan membuangnya jauh-jauh.
Pada suatu malam, putra-putra Amr dan bersama Mu’adz bin Jabal menyusup ke dalam rumah lalu mengambil berhala tersebut dan membuangnya ke dalam lubang kotoran manusia. Tidak seorang pun yang mengetahui dan melihat perbuatan mereka itu.
Pagi harinya, Amr tidak melihat Manat di tempatnya. Ia bergegas mencari berhala tersebut dan akhirnya menemukan di tempat pembuangan kotoran. Bukan main marahnya Amr bin Jamuh melihat kondisi sesembahannya itu. Setelah membersihkan sang berhala dan memberinya wewangian, ia kembali meletakkannya di tempat semula.
Malam berikutnya, Muadz bin Jabal dan putra-putra Amr memperlakukan berhala itu seperti sebelumnya. Demikian juga pada malam-malam berikutnya. Akhirnya, habislah kesabaran Amr. Diambilnya pedang, kemudian digantungkannya di leher Manat, seraya berkata, " Hai Manat, jika kamu memang hebat, tentu bisa menjaga dirimu dari aniaya orang lain!"
Keesokan harinya, Amr bin Jamuh tidak menemukan berhalanya kembali. Ketika ia cari, benda tersebut ditemukannya di tempat pembuangan hajat, terikat bersama bangkai seekor anjing. Di saat ia keheranan, marah dan kecewa, muncullah beberapa pemuka Madinah yang telah masuk Islam. Sambil menunjuk berhala yang terikat dengan bangkai anjing itu, mereka berusaha mengetuk hati Amr bin Jamuh agar menggapai hidayah Allah.
Akhirnya ia sadar, bahwa Manat tak dapat berbuat apa-apa. Manat ternyata tak mempunyai sifat ketuhanan sedikit pun. Selama ini, ia berpikir bahwa kekayaan yang ia miliki itu datang dari Manat. Sekarang ia sadar, bahwa Manat bukanlah Tuhan yang dapat memberinya rezeki dan petunjuk.
Ia kemudian membersihkan badan dan pakaiannya, memakai wewangian, lalu bergegas menemui Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan keislamannya. Amr bin Jamuh merasakan bagaimana manisnya iman. Dia sangat menyesali dosa-dosanya selama dalam kemusyrikan. Maka setelah masuk Islam, ia mengarahkan seluruh hidupnya, hartanya, dan anak-anaknya dalam menaati perintah Allah dan Rasul-Nya.
Tatkala terjadi Perang Badar, Amr bin Jamuh bersiap-siap hendak turut bergabung, namun sayang Rasulullah tak mengizinkannya turut serta—melihat kondisinya yang renta dan pincang. Beliau memberikan keringanan padanya untuk tidak ikut berperang.
Namun ketika terjadi Perang Uhud, ia pun bersiap-siap hendak turut berjihad. Namun putra-putranya melarang. Ia pun nekat menemui Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, putra-putraku melarangku berbuat kebajikan. Mereka keberatan jika aku ikut berperang karena sudah tua dan pincang. Demi Allah, dengan pincangku ini, aku bertekad meraih surga."
Rasulullah pun akhirnya mengizinkan Amr bin Jamuh turut serta dalam Perang Uhud. Dengan suara mengiba ia memohon kepada Allah SWT, "Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk memperoleh syahid. Jangan kembalikan aku kepada keluargaku."
Tatkala perang berkecamuk, kaum Muslimin berpencar. Amr bin Jamuh berada di barisan paling depan. Dia melompat dan berjingkat seraya mengelebatkan pedangnya ke arah musuh-musuh Allah, sambil berteriak, "Aku ingin surga, aku ingin surga!"
Apa yang didambakan Amr akhirnya terwujud jua. Ia gugur sebagai syahid bersama beberapa sahabat lainnya. Tatkala perang berakhir, Rasulullah SAW memerintahkan untuk memakamkan jasad Abdullah bin Amr bin Haram dan Amr bin Jamuh dalam satu liang lahat. Semasa hidup, mereka berdua adalah sahabat setia yang saling menyayangi. Dalam riwayat lain disebutkan, Amr bin Jamuh dimakamkan satu liang dengan putranya, Khalad bin Amr.
Setelah 46 tahun berlalu, tanah pemakaman itu dilanda banjir. Kaum Muslimin terpaksa memindahkan jasad para syuhada. Kala itu, Jabir bin Abdullah bin Haram—putra Abdullah bin Amr bin Haram—masih hidup. Bersama keluarganya, ia memindahkan jasad ayahnya, Abdullah bin Haram dan Amr bin Jamuh. Mereka mendapatkan kedua jasad syuhada itu tetap utuh. Tak sedikit pun dari tubuh mereka yang dimakan tanah. Bahkan keduanya seperti tertidur nyenyak dengan bibir menyunggingkan senyum.
Sumber :www.republika.co.id
Telah menjadi kebiasaan para bangsawan jahiliyah untuk menempatkan patung di rumah mereka masing-masing. Dengan demikian, mereka bisa mengambil berkah dan dan memuja patung tersebut setiap saat. Selain itu, untuk memudahkan mereka meletakkan sesajen sembari mengadukan keluhan-keluhan mereka pada waktu yang diperlukan.
Patung di rumah Amr bin Jamuh bernama “Manat”. Patung itu terbuat dari kayu, indah dan mahal harganya. Untuk perawatannya, Amr bin Jamuh terkadang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hampir setiap hari patung itu dibersihkan dan diminyaki dengan wangi-wangian khusus dan mahal.
Tatkala cahaya Islam mulai bersinar di Yatsrib dari rumah ke rumah, usia Amr bin Jamuh sudah lewat 60 tahun. Tiga orang putranya: Mu’awadz, Mu’adz dan Khalad, serta seorang kawan sebaya mereka, Mu’adz bin Jabal, telah masuk Islam di tangan Mush‘ab bin Umair, sang duta Islam. Bersamaan dengan ketiga putranya, masuk Islam pula ibu mereka Hindun, istri Amr bin Jamuh. Amr tidak mengetahui kalau mereka telah masuk Islam.
Saat itu, para bangsawan dan pemuka suku di Yatsrib (Madinah) telah banyak yang masuk Islam. Hindun yang sangat mencintai dan menghormati suaminya khawatir kalau suaminya mati dalam keadaan kafir lalu masuk neraka. Sebaliknya Amr sangat mencemaskan keluarganya yang akan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Dia takut putra-putranya terpengaruh oleh dakwah yang disebarkan oleh Mush’ab bin Umair. Karena dalam tempo singkat Mush’ab berhasil merubah agama orang banyak dan menjadikan mereka Muslim.
Oleh sebab itu, Amr selalu berkata kepada istrinya, “Hai Hindun, hati-hatilah menjaga anak-anak, agar mereka jangan sampai bertemu dengan orang itu (Mush ‘ab bin ‘Umair)!”
“Ya," jawab istrinya. "Tapi apakah kau pernah mendengar putra kita bercerita mengenai pemuda itu?”
“Celaka! Apakah Mu’adz telah masuk agama orang itu?" tanya Amr gusar.
“Tidak, bukan begitu! Tetapi Mu’adz pernah hadir dalam majelis orang itu, dia ingat kata-katanya,” jawab istrinya menenteramkan hati Amr.
"Panggillah dia kemari!” perintah suaminya.
Ketika Mu’adz hadir di hadapan ayahnya, Amr berkata, “Coba baca kata-kata yang pernah diucapkan orang itu. Bapak ingin mendengarkannya."
Mu’adz membacakan surat Al-Fatihah kepada bapaknya.
“Alangkah bagus dan indahnya kalimat itu. Apakah setiap ucapannya seperti itu?” tanya Amr.
“Bahkan lebih bagus dari itu. Bersediakah ayah baiat dengannya? Rakyat ayah telah banyak yang baiat dengan dia,” kata Mu’adz.
Orang tua itu diam sebentar. Kemudian dia berkata, “Aku tidak akan melakukannya sebelum musyawarah lebih dahulu dengan Manat. Aku menunggu apa yang dikatakan Manat.”
“Bagaimana Manat bisa menjawab? Bukankah itu benda mati, tidak bisa berpikir dan tidak bisa berbicara?” kata Mu’adz.
“Kukatakan padamu, aku tidak akan mengambil keputusan tanpa dia!” tegas Amr.
Putra-putranya mengetahui benar kapan ayah mereka menyembah berhala itu. Mereka juga tahu kalau hati ayah mereka mulai goyah. Oleh sebab itu, mereka mencari jalan bagaimana cara menghilangkan patung tersebut dari hati Amr bin Jamuh. Salah satu jalannya adalah menyingkirkan berhala tersebut dari rumah mereka dan membuangnya jauh-jauh.
Pada suatu malam, putra-putra Amr dan bersama Mu’adz bin Jabal menyusup ke dalam rumah lalu mengambil berhala tersebut dan membuangnya ke dalam lubang kotoran manusia. Tidak seorang pun yang mengetahui dan melihat perbuatan mereka itu.
Pagi harinya, Amr tidak melihat Manat di tempatnya. Ia bergegas mencari berhala tersebut dan akhirnya menemukan di tempat pembuangan kotoran. Bukan main marahnya Amr bin Jamuh melihat kondisi sesembahannya itu. Setelah membersihkan sang berhala dan memberinya wewangian, ia kembali meletakkannya di tempat semula.
Malam berikutnya, Muadz bin Jabal dan putra-putra Amr memperlakukan berhala itu seperti sebelumnya. Demikian juga pada malam-malam berikutnya. Akhirnya, habislah kesabaran Amr. Diambilnya pedang, kemudian digantungkannya di leher Manat, seraya berkata, " Hai Manat, jika kamu memang hebat, tentu bisa menjaga dirimu dari aniaya orang lain!"
Keesokan harinya, Amr bin Jamuh tidak menemukan berhalanya kembali. Ketika ia cari, benda tersebut ditemukannya di tempat pembuangan hajat, terikat bersama bangkai seekor anjing. Di saat ia keheranan, marah dan kecewa, muncullah beberapa pemuka Madinah yang telah masuk Islam. Sambil menunjuk berhala yang terikat dengan bangkai anjing itu, mereka berusaha mengetuk hati Amr bin Jamuh agar menggapai hidayah Allah.
Akhirnya ia sadar, bahwa Manat tak dapat berbuat apa-apa. Manat ternyata tak mempunyai sifat ketuhanan sedikit pun. Selama ini, ia berpikir bahwa kekayaan yang ia miliki itu datang dari Manat. Sekarang ia sadar, bahwa Manat bukanlah Tuhan yang dapat memberinya rezeki dan petunjuk.
Ia kemudian membersihkan badan dan pakaiannya, memakai wewangian, lalu bergegas menemui Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan keislamannya. Amr bin Jamuh merasakan bagaimana manisnya iman. Dia sangat menyesali dosa-dosanya selama dalam kemusyrikan. Maka setelah masuk Islam, ia mengarahkan seluruh hidupnya, hartanya, dan anak-anaknya dalam menaati perintah Allah dan Rasul-Nya.
Tatkala terjadi Perang Badar, Amr bin Jamuh bersiap-siap hendak turut bergabung, namun sayang Rasulullah tak mengizinkannya turut serta—melihat kondisinya yang renta dan pincang. Beliau memberikan keringanan padanya untuk tidak ikut berperang.
Namun ketika terjadi Perang Uhud, ia pun bersiap-siap hendak turut berjihad. Namun putra-putranya melarang. Ia pun nekat menemui Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, putra-putraku melarangku berbuat kebajikan. Mereka keberatan jika aku ikut berperang karena sudah tua dan pincang. Demi Allah, dengan pincangku ini, aku bertekad meraih surga."
Rasulullah pun akhirnya mengizinkan Amr bin Jamuh turut serta dalam Perang Uhud. Dengan suara mengiba ia memohon kepada Allah SWT, "Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk memperoleh syahid. Jangan kembalikan aku kepada keluargaku."
Tatkala perang berkecamuk, kaum Muslimin berpencar. Amr bin Jamuh berada di barisan paling depan. Dia melompat dan berjingkat seraya mengelebatkan pedangnya ke arah musuh-musuh Allah, sambil berteriak, "Aku ingin surga, aku ingin surga!"
Apa yang didambakan Amr akhirnya terwujud jua. Ia gugur sebagai syahid bersama beberapa sahabat lainnya. Tatkala perang berakhir, Rasulullah SAW memerintahkan untuk memakamkan jasad Abdullah bin Amr bin Haram dan Amr bin Jamuh dalam satu liang lahat. Semasa hidup, mereka berdua adalah sahabat setia yang saling menyayangi. Dalam riwayat lain disebutkan, Amr bin Jamuh dimakamkan satu liang dengan putranya, Khalad bin Amr.
Setelah 46 tahun berlalu, tanah pemakaman itu dilanda banjir. Kaum Muslimin terpaksa memindahkan jasad para syuhada. Kala itu, Jabir bin Abdullah bin Haram—putra Abdullah bin Amr bin Haram—masih hidup. Bersama keluarganya, ia memindahkan jasad ayahnya, Abdullah bin Haram dan Amr bin Jamuh. Mereka mendapatkan kedua jasad syuhada itu tetap utuh. Tak sedikit pun dari tubuh mereka yang dimakan tanah. Bahkan keduanya seperti tertidur nyenyak dengan bibir menyunggingkan senyum.
Sumber :www.republika.co.id
Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah
satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad
dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang
diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang
berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.
Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di
Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat
dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang
studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.
Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu
bener-bener mukjizat. gw pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum
(hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu
tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu
tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu.
Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh
juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat
145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang
disebutin dalam alquran surat
Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di
internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key word nya
keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri
presentasinya.
Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar
masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang
kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di
salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya
tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.
Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan
hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz!
ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane ya? Gini jadi mukjizat kalo
diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai 'senjata'
untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa
AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih
mukjizat nabi Musa AS 'menyerupai' sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya
yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi
Isa AS
berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada
nabi Isa AS
mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada
masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka
Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu
sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”
Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah
nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba
ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23
'dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan
kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar,'
dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih
garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang
Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu
suratnya niru-niru al-fiil. Dan surat
gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan
maknanya betul-betul jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa
dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak
mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap
sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya 'dan
sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan' Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun
mengakhiri makalah yang dibawakannya.
Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran
menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah
seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta.
Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah
mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih
dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang
akademisnya.
Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film
Hollywood, Ilmi
pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat
atau gak? terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane
dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan
tak bukan adalah karena kebenarannya dalam 'meramal' masa depan. Betul gak
Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan
menganggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.
Ilmi melanjutkan “surat
al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep
kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat
itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum
bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau
pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari
dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di
situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu subhanallah terjadi
beberapa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah
maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.
Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah
memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke
Madinah. Dan subhanallah hal itu terbukti.”
Fenomena "Al-Fisbukiyyah" dalam Al-Qur'an
“Ah itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT
sesuai sama studi ente?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss,
tenang-tenang ane kan
belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane
bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini
kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan
Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari
mulut Ilmi. “ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran
sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad sang Cagur
(Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen
Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah
benar kata Facebook ada di dalam alquran. Dengan mencoba mentashrif pola-pola
fi’il.
Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba ente
berdua buka surat
Al-Ma’arij ayat 19-21
"'Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka
mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila
mendapat kebaikan dia jadi kikir.'
Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah
"Al-Fisbukiyyah" secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka.
Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip
sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul,
cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak
ketinggalan. Dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. Dikasih panas ngeluh
kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis,
rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang
dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ane belum menemukan ada orang
yang lagi sholat update status 'lagi roka’at dua nih' naudzubillah kalo sampai
ada!” canda Ilmi.
Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan
Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan 'apabila dapat kebaikan maka ia
kikir.' Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa
orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau
ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu.
Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi
giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”
“Ah, lo iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini
Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ane rasa jaim itu perlu,
dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan
update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik
pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun
salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu
tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak
malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan
lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.
Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan
mengaitkan surat
Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia
maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu.
Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun
dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia
mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.
Diskusi kali ini pun berakahir seiring
dikumandangkannya adzan maghrib sebagai pertanda masuknya waktu sholat maghrib
wAllahu a'lam bisshowab...
diambil dari buku:Laki-Laki Sholeh & Wanita
Sholehah
Semoga tulisan sederhana ini membawa banyak manfaat
bagi yang membacanya. Segala kesalahan adalah dari saya pribadi, untuk itu saya
mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kebenaran itu mutlak milik
Allah Azza Wa Jalla...Wallahu Musta'an
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa
anta astaghfiruka wa atuubu ilaika . . ..
Sumber : Ane dapatkan dari sebuah grup di facebook Berbagi Ilmu Sesama Muslim yang di posting oleh Syahrul Id
Syahdan, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik datang ke Makkah
untuk berhaji. Saat ber-thawaf qudum, ia melihat Salim bin Abdullah bin Umar
Bin Khatthab duduk didepan Ka'bah sedang berdzikir.
Seusai thawaf, ia mendekati salim. Orang-orang bergeser memberi kesempatan khifah untuk duduk disamping salim. Lutut khalifah bersentuhan dengan lututnya. Namun cucu Umar bin Khatthab tetap khusyuk berdzikir. Khalifah tetap menunggu. Saat dilihatnya Salim berhenti, ia berkata dengan suara yang rendah, ''Sebutkan kebutuhanmu, aku akan memenuhinya''. Salim tidak menjawab. Khalifah menyangka Salim tidak mendengar. Ia pun mengulangi lagi dengan agak keras.
''Demi Allah, aku sangat malu bila di hadapan Baitullah ini aku meminta pertolongan pada selain Allah'', jawab Salim. Mendengar jawaban itu, Khalifah sangat malu dan terdiam seribu bahasa. Selesai shalat, Salim berdiri. Ia dihadang beberapa orang yang telah menunggu. Mereka bertanya tentang fatwa dan bertanya tentang hadist. Ada pula yang meminta do'a. Khalifah pun bergerak kembali mendekati Salim. ''Sekarang kita berada di luar Masjid. Katakan kebutuhanmu, aku akan memenuhinya'', bisik khalifah.
''Duniawi atau akhirat?'' tanya Salim. Khalifah kaget. ''Tentu saja duniawi'', jawabnya. ''Aku tidak pernah meminta duniawi pada pemiliknya. Bagaimana mungkin aku minta pada orang yang bukan pemiliknya?'' jawab Salim. Khalifah lalu pergi dan berkata, ''Tidak ada yang lebih tinggi darimu dalam keluarga Khatthab dalam kezuhudan dan fatwa.
Seusai thawaf, ia mendekati salim. Orang-orang bergeser memberi kesempatan khifah untuk duduk disamping salim. Lutut khalifah bersentuhan dengan lututnya. Namun cucu Umar bin Khatthab tetap khusyuk berdzikir. Khalifah tetap menunggu. Saat dilihatnya Salim berhenti, ia berkata dengan suara yang rendah, ''Sebutkan kebutuhanmu, aku akan memenuhinya''. Salim tidak menjawab. Khalifah menyangka Salim tidak mendengar. Ia pun mengulangi lagi dengan agak keras.
''Demi Allah, aku sangat malu bila di hadapan Baitullah ini aku meminta pertolongan pada selain Allah'', jawab Salim. Mendengar jawaban itu, Khalifah sangat malu dan terdiam seribu bahasa. Selesai shalat, Salim berdiri. Ia dihadang beberapa orang yang telah menunggu. Mereka bertanya tentang fatwa dan bertanya tentang hadist. Ada pula yang meminta do'a. Khalifah pun bergerak kembali mendekati Salim. ''Sekarang kita berada di luar Masjid. Katakan kebutuhanmu, aku akan memenuhinya'', bisik khalifah.
''Duniawi atau akhirat?'' tanya Salim. Khalifah kaget. ''Tentu saja duniawi'', jawabnya. ''Aku tidak pernah meminta duniawi pada pemiliknya. Bagaimana mungkin aku minta pada orang yang bukan pemiliknya?'' jawab Salim. Khalifah lalu pergi dan berkata, ''Tidak ada yang lebih tinggi darimu dalam keluarga Khatthab dalam kezuhudan dan fatwa.
Abdurrahman bin Auf didatangi dua orang remaja dari kaum
anshar, yaitu Muaz bin Amr Al-jamuh, 14 tahun dan Muawwiz bin Afra berumur 13
tahun. Kedua duanya bersenjatakan pedang. Tentara Quraisy seolah olah tidak
menghiraukan kehadiran dua remaja itu karena menganggap kedua duanya tidak
berbahaya. Mereka lebih memilih Abdurrahman bin Auf agar ditawan hidup hidup
untuk dijadikan tebusan karena dia terkenal sebagai saudagar yang kaya.
Dalam kondisi kerusuhan pertempuran, Abdurrahman bin Auf
berteriak ,” Wahai anak, kamu masih terlalu muda untuk terlibat di peperangan
ini, sebaiknya engkau menjauhlah dari tempat ini.”
“Kami mendapat izin daripada ibu dan ayah kami bagi
menyertai pasukan Muhammad,” teriak Muaz.
“Saya datang kesini hanya untuk membunuh Abu Jahal.
Tunjukkan dimana dia?” Kata Muawwiz dengan penuh semangat.
Pada mulanya Abdurrahman bin Auf tidak menghiraukan kata
kata dua remaja itu, tetapi Muaz dan Muawwiz terus mendesaknya supaya
menunjukkan dimana Abu Jahal maka akhirnya Abdurrahman terpaksa menyetujuinya.
“ Paman akan tunjukkan kepada kamu dimana Abu Jahal, boleh
tahu apa yang akan kamu lakukan apabila berjumpa dengannya? Tanya Abdurrahman
bin Auf pula.
“Ibu saya berpesan jangan pulang ke rumah selagi kepala Abu
Jahal tidak diceraikan dari badannya,” jawab Muaz bersungguh sungguh.
“Abu Jahal menghina serta menyakiti Rasulullah, saya ingin
membunuhnya,” kata Muawwiz pula.
Abdurrahman bin Auf tersenyum mendengar kata kata dari dua
orang remaja yang berani itu. Dia berjanji akan menunjukkan Abu Jahal apabila
berjumpa. Tiba tiba seorang tentara quraisy menyerang Abdurrahman bin auf
dari belakang. Muaz dan Muawwiz yang melihat kejadian itu segera bertindak
melindunginya. Muaz dengan cepat menebas kaki tentara Quraisy menyebabkan dia
tersungkur dan Muawwaiz pula menikamnya hingga mati. Melihat itu
Abdurrahman bin Auf berasa kagum dengan kehidupan dua remaja itu.
“Tunjukkan kepada kami di mana Abu Jahal,” kata Muaz
seolah-olah tidak sabar lagi hendak bertemu dengan ketua pasukan Quraisy
itu.
Tiba tiba Abdurrahman bin Auf melihat Abu Jahal sedang
berada dibawah sepohon kayu yang rindang. Dia menunggang kuda sambil
berteriak memberi kata kata semangat kepada pasukannya agar terus berjuang.
Itulah lelaki yang kamu cari. Tetapi kamu haruslah berhati
hati karena dia juga seorang perwira Quraisy” kata Abdurrahman bin Auf
“terima kasih paman. Saya akan dapatkan dia sekarang,” ujar
Muaz sambil berlari ke arah Abu Jahal.
“Saya akan membantunya membunuh lelaki yang memusuhi Allah
dan RasulNya itu,” kata Muawwiz juga.
“Berhati hati karena dia dilindungi oleh pasukan Quraisy,”
pesan Abdurrahman bin Auf. Dia sendiri tidak dapat membantu karena sedang
berhadapan dengan tentara Quraisy yang menyerangnya.
Muaz dan Muawwiz terus berlari ke arah Abu Jahal yang masih
berada di atas kudanya , mereka berlari tanpa menghiraukan keselamatan mereka.
Ketika itu Abu Jahal tidak menyadari kedatangan dua remaja tersebut. Muaz
tiba lebih dahulu , dia tidak mencapai menebas kaki abu Jahal, maka yang ia
tebas adalah kaki kanan kuda yang dinaiki Abu Jahal, seketika kuda tersebut
jatuh tersungkur, Abu Jahal pun tersungkur. Dia marah sekali sambil menahan
sakitnya akibat jatuh dari kuda, Abu Jahal mencoba bangun tetapi dengan cepat
Muaz menebas kaki kanan Abu Jahal hingga putus. Muawwiz yang menyusul memukul
pula kepala Abu Jahal hingga dia teramat sakit.
Ikramah anak Abu Jahal yang turut berada di situ segera
menolong dan melindungi bapaknya, dia menyerang balik Muaz dan menebas
tangan kiri remaja itu hingga hampir putus, Muaz terjerembab. Muaz berusaha
lari dan dibiarkan oleh ikrimah karena dia melihat Muawwiz hendak membunuh
bapaknya. Maka terjadi pertarungan seorang dewasa matang dalam pertempuran
yaitu Ikramah dengan Muawwiz yang masih berumur 13 tahun, karena tidak
seimbang akhirnya Muawwiz gugur sebagai syahid.
Muaz selepas berhasil menjauhi Ikramah yang mengejarnya, ia
terus berlari menuju Rasulullah, tapi pelariannya terganggu karena tangan
kirinya yang terkulai karena hampir putus. Muaz akhirnya berhenti lalu
mengambil keputusan untuk memutuskan tangannya yang terkulai itu lalu berkata,
“ wahai tangan, kamu mengganggu perjalananku untuk bertemu Rasulullah.
Tanpa menghiraukan kesakitannya Muaz terus berlari hingga
bertemu Rasulullah, kemudian Muaz memeluk Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, saya dan Muawwiz berhasil membuat Abu
Jahal cedera, tetapi dia masih hidup karena kami di serang oleh anaknya bernama
Ikramah dan beberapa pasukan Quraisy.” Beritahu Muaz lalu menunjukkan posisi
mana Abu Jahal sedang berada.
Nabi Muhammad memanggil Abdullah Ibnu Mas’ud yang berada di
situ karena gilirannya mengawal Rasulullah , Beliau lalu menyuruh Ibnu Masud
mencari Abu Jahal berada.
“ Wahai Ibnu Masud, anak ini mengatakan dia telah membuat
Abu Jahal terluka, pergilah dan lihatlah dia disana,” kata Rasulullah.
Abdullah ibnu Mas’ud segera pergi mencari Abu Jahal,
didapatinya pimpinan Quraisy itu terluka parah tetapi masih hidup. Tanpa rasa
belas kasihan Abdullah bin Mas’ud menekan leher Abu Jahal sambil berkata,”
Wahai musuh Allah dan musuh RasulNya, pada hari ini Allah menghinakanmu.”
“Dengan apa Allah menghina aku? Apakah karena aku mati
ditangan engkau? Tanya Abu Jahal yang masih menunjukkan kesombongannya.
Abdullah ibnu Mas’ud mengangkat pedang hendak memenggal
kepala Abu Jahal, tetapi Abu Jahal berujar,” sebelum engkau membunuh aku,
beritahu dahulu pihak mana yang memenangi pertempuran ini, milik siapakah
kemenangan hari ini?”
“Pasukan Quraisy kalah, kemenangan itu milik Allah dan
RasulNya,” Jawab Abdullah bin Mas’ud.
“Anda bohong wahai pengembala kambing !” kata Abu Jahal, dia
masih menunjukkan angkuhnya walau situasi sedang kritis.
Tanpa ada sela waktu, pedang Abdullah bin Mas’ud menebas
kepala Abu Jahal…
Berita terbunuhnya Abu Jahal dengan cepat disampaikan kepada
pasukan Islam, mereka menjadi semakin membara dan semangat, tetapi dipihak lain
berita kematian itu meluluhkan semangat pasukan Quraisy….
Rasul mendengar berita kematian Abu Jahal dari Abdullah bin
Mas’ud, beliau mengatakan ,” Wallahi, Laa ilaha illaLLah , Laa ilaha illaLLah,
Laa ilaha illaLLah, Allahu Akbar, AlhamduliLLah , Dia yang memenuhi janjiNya
dengan menolong hambaNya dan mengalahkan musuhNya.”
Begitulah kematian musuh Allah, secara fisik dan kemegahan
saat itu Abu Jahal termasuk manusia yang dihormati kaumnya, punya posis tinggi,
tapi Allah menghinakannya, dimulai dengan serangan dua orang remaja dibawah
umur, segala kekuatannya tumbang atas izin Allah, sebuah bukti hanyalah dengan
kekuatan iman dan jihad lah yang dapat mengalahkan kekuatan kekuatan musrik dan
musuh Islam dari dulu hingga sekarang…
Ya Allah kuatkanlah Islam dengan generasi yang Engkau
ridhoi, dan munculkanlah kekuatan Islam dari munculnya pemuda pemuda muslim
belia seperti Muaz bin Amr Al-jamuh, dan Muawwiz bin Afra...
Suatu ketika Rasulullah mengumpulkan umat islam di masjid. Datanglah pada saat itu Abu Bakar As-siddiq, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khattab, cucu Rasulullah Hasan dan Husein, dan Bilal bin Rabbah.
Rasulullah saw. Meminta maaf kepada para sahabat dan umat islam jika terdapat kesalahan yang pernah beliau lakukan. Seandainya belum bisa memaafkan maka Rasulullah siap menerima balasan yang setimpal.
Dan Akasyah bin Muchsan mengangkat tangannya saat itu, menyatakan penolakan terhadap maaf Rasulullah saw,. ''Aku ingin menuntut balas atas kesalahan yang pernah kau lakukan''.
Ceritanya, dalam sebuah perjalanan. Tongkat Rasullulah mengenai tubuh Akasyah dan membuatnya terjatuh. ''Aku ingin membalas itu.'' tegasnya.
Rasulullah saw, menerima balasan Akasyah. Rasulullah menyuruh Billah ke rumah Fatimah az Zahra, anak Rasulullah saw, untuk mengambil tongkatnya. Sesampai di masjid ia menyerahkan tongkat tesebut kepada Rasulullah saw. Dan langsung diberikan kepada Akasyah.
Sungguh tidak tega para sahabat menyaksikan itu. Mereka siap menggantikan Rasulullah saw. Tapi Akasyah tidak terima bila yang dia pukul bukan Rasullulah saw. Rasulullah menyatakan kesiapannya untuk dipukul.
Tapi Akasyah malah memeluk Rasulullah saw. ''ya Rasulullah, tidak ada seorangpun yang tega menyakitimu atau membalas perbuatanmu. Aku hanya ingin memelukmu''
Rasulullah saw menjawa, ''beruntunglah Engkau Akasyah. Engkau adalah sang penghuni surga. Surga menantimu''
Selamat
siang semuanya. Tidak terasa ya, hari ini sudah puasa yang ke 11, pasti
sahabat-sahabat semua sedah berfikir untuk mudik pulang kampung bagi
yang jau dengan keluarga tentunya :)
Setiap muslim diwajibakan berpuasa sebagai mana firman Allah ''Hai orang-orang beriman diwajibakan atas kamu berpuasa, sebagai mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa'' (Al-Baqarah: 183)
setiap muslim pasti mendambakan sukses dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Puasa itu tidak hanya menjaga agar kita tidak makan dan minum saja selama seharian. Tetapi yang paling penting kita harus bisa menjaga hati. Karena jika hati sudah berpaling ke maksiat, maka pengaruhnya akan terasa oleh seluruh anggota badan. Sebagai contoh, jika hati menggunjing, maka dengan mudah pemilik hati akan menggunjing.
Setiap muslim diwajibakan berpuasa sebagai mana firman Allah ''Hai orang-orang beriman diwajibakan atas kamu berpuasa, sebagai mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa'' (Al-Baqarah: 183)
setiap muslim pasti mendambakan sukses dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Puasa itu tidak hanya menjaga agar kita tidak makan dan minum saja selama seharian. Tetapi yang paling penting kita harus bisa menjaga hati. Karena jika hati sudah berpaling ke maksiat, maka pengaruhnya akan terasa oleh seluruh anggota badan. Sebagai contoh, jika hati menggunjing, maka dengan mudah pemilik hati akan menggunjing.
ABOUT AUTHOR
LATEST POSTS
-
Beberapa Jenis Bunga yang ada di Hutan Kota BNI Banda Aceh Apa yang terbayang di benak Anda, bila ane berbicara tentang hutan. Pasti ...
-
Sumber Gambar: curhatsultan.blogspot.com Menjadi mahasiswa itu sudah menjadi pilihan wajib ketika lulus dari SMA, meski tidak semua ora...
-
Judul : Positif Pengarang : Maria Silvi Penerbit : Jogja Bangkit Publisher Tebal ...
-
Dia bagai angin bagai layang-layang dimanakah dia ayo kita gapai saat jurang menuntun kita dia akan perjelas jalannya dan mengacuh...
-
Masjid Putih dari Depan Masjid menjadi ikon yang menarik bila kita berada Aceh, hal ini karena di landasi gelar untuk Aceh sendi...
-
Ketika saya pertama kali mendengarkan lagu ini rasanya langsung ingin berjumpa sama ibu, begitulah betapa liriknya sangat menyentuh. Lagu I...
Categories
- #1othnTsunamiAceh
- #CatatanKKN
- #CharmingBandaAceh
- 10 Sinetron tidak layak nonton
- 10 tahun tsunami Aceh
- 17 Agustus
- 17 Agustus 2014
- 23 is my age
- 50:50 Antara Hidup dan Mati
- 50/50 movie
- Abdya
- Abu Hamzah
- Aceh Barat
- Aceh Barat Daya
- Acehku
- Afgan
- Afgan - Sabar
- al gazali
- All About Fatin
- Android apps
- anime
- Anna Kendrick
- asus
- ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku
- ASUS Slimbook
- ASUS Slimbook X401U
- Asus Smartphone
- ASUS ZenFone
- Asus Zenfone 2 Laser
- Asus Zenpad C 7.0
- asus zenpad pusat hiburan dan multimedia di tangan anda
- Asus zenpad pusat hiburan dan multimedia terlengkap
- Atlentico unggul 1-0 Real Madrid
- Baba Studio
- babi
- Banda Aceh
- Bank Aceh
- Bantuan Sosial
- Bayi
- Beasiswa LPDP
- Beban ekonomi TB
- Berbagi
- blood for life
- Bola
- Brasil vs Kroasia
- budaya
- budi doremi
- bui
- bunuh diri
- bunuh diri karena kartun naruto
- caleg
- Catatan
- Catatan Mahasiswa
- Cerita Alam Dari Pesisir
- cerita hari ini
- coba-coba
- Daihatsu Sirrion
- Daihatsu Sirrion Pilihan Tepat Anak Muda
- Daihatsu Sirrion Sporty dan Stylist
- david archuleta
- Diari Hujan
- Donor Darah
- Donor Darah Himakasi Unsyiah
- Download
- Download lagu terbaru 2014
- dr Zaini Abdullah
- dua tahun pemerintahan zikir
- dunia bola
- Dunia Hamster
- Elektronik
- English Version
- Entertainmen
- Epic 2013
- episode baru
- eva celia
- Fatih Seferagic
- Fatih Seferagic Idola baru kaum perempuan. Fatih Seferagic penghafal Al-Qur'an
- Fhoto
- Fieldtrip
- Film Pendek
- Final Liga Champion 2014
- Fisip Unsyiah
- FLP Aceh
- Free Download
- free mp3 terbaru 2014
- Galang Dana
- gatget
- Gedget
- Gita Gutawa
- Goresan Penaku
- harga samsung A5 A500F 4G LTE
- harga smartphone
- Hari kemerdekaan Indonesia
- Hewan Peliharaan
- Himaksi Unsyiah
- Independen Day Of Indonesia
- info
- Ippelmakuba
- IslamPedia
- Jalan-jalan
- jangan takut donor darah
- JKT48
- Jonathan Levine
- Joseph Gordon Levitt
- Judika
- Kampus Cyber
- Kampus Impian
- karun
- kebahagiaan
- kebakaran bank aceh
- Kesehatan
- Kesehatan Hewan
- keteguran
- Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
- KIP Aceh
- Komunikasi Unsyiah
- Kopi Luwak
- Kopi Paste
- KPI
- kritis
- Lagu Bagus
- laptop
- laptop ASUS
- lifestyle
- Liga Champion
- lomba
- lomba blog
- Lomba Blog Kebencanaan 2014
- lomba menulis kebencanaan
- Luwak
- Mahasiswa Berprestasi
- Mahasiswa Online
- Makalah
- Masjid
- Masjid istiqlal
- masjid istiqlalnya Aceh
- Masjid Putih
- masjid putih darussalam
- melayu
- Mengenal Yoshi Sudarso
- Mengerti bencana lewat film
- Mp3
- muallem
- Musibah
- Muzakkir Manaf
- naruto
- news fhoto
- Noah
- notebook ASUS
- notebook terbaik
- Nyala Satu Tumbuh Seribu
- opini
- Paskibraka
- Pemerintahzn Zikir
- pemilu
- pemilu 9 April 2014
- Pendidikan
- Penyakit Rabies
- Penyakit Rabies pada Luwak
- Perempuan dan perdamaian
- piala dunia
- PMI
- PMI Aceh
- politik uang
- Power ranger 2015
- power ranger Dino Charge
- Puisi
- Rabies Luwak
- radio heart
- Rangkaian Kata
- Real Madrid VS Atlentico Madrid
- Rencong
- Reportase
- review blog
- Review Film dan Buku
- review samsung galaxy a5 a500f 4g lte
- rihanna
- rossa
- Sabar
- Safiyya Karra
- Samatiga
- Samsung Galaxy A5 A500F 4G LTE
- sang pemenag
- SBY
- Serial Power ranger
- Seth Rogen
- seumapa
- shakira
- Shane Filan
- Sifat orang jepang yang patut ditiru
- sinetron Indonesia
- smartphone
- smartphone 4G
- smartphone android
- Smartphone Berkamera Hebat dengan Laser Auto Focus
- smartphone murah
- smartphone terbaik
- smartphones
- Sosok
- sosok penghafal Al-Qu'an fenomenal
- Stranger By The Day
- suap
- taman
- taman hutan Kota BNI
- TDMRC
- Teguran KPI
- Tentang Saya
- Tentangmu
- Thalassemia
- Tidak semua Kartun Bisa di Tonton Oleh Anak-Anak
- tradisi
- Tsunami
- Tuberkulosis
- Tugas Kuliah ku
- Tulisan Sahabat
- Ubudiyah Blog Contest 2015
- Ulang Tahun
- Unik
- uu pemilu 2012
- UUI
- Vidio
- viva word cup 2014
- wisata
- wisata Banda Aceh
- wisata Pantai
- Wisata Panteubreuh
- wisata religi
- Xiaomi Red 2
- Yamaha Fino FI
- Yoshi Sudarso
- Yoshua Sudarso
- Zenfone 2 Laser
- Zenpad sebagai pusat hiburan dan multimedia mobile
- ZIKIR
Recent Posts
Powered by Blogger.







