Selamat
pagi semuanya, saya ingin berbagi tentang sebuah drama korea yang saya tonton. Dalam
drama ini terdapat sebuah lagu yang sangat menarik menurut saya. Namun bagi
pencinta K-POP pasti tidak asing lagi dengan salah satu lirik lagu ini, dan
mungkin juga sama seperti ketika saya pertama kali mendengar lagu ini. sauntrack
dari drama korea Dream Hight pada episode 9 ini begitu mendalam liriknya. Ya lagu
ini menceritakan tentang sekelompok siswa yang di anggap kurang berbakat atau kelas
rendah, mereka di pisahkan dari siswa-siswa yang berbakat di sebuah sekolah “Kirin
Art School”.
Disini aku terduduk, menatap langit
layang-layang bermain lepas
dengan penuh warna-warni nya melayang di mega
disini ku terduduk, menyaksikan
hamparan padi terbentang luas
sekali-kali ku melihat dan mendengar teriakan petani
wuishhh huakkk
meneriaki burung pipit yang hinggap di padi mereka
disini ku terduduk, menyaksikan anak-anak bermain ria
bersenda gurau dengan kawan-kawan
disini ku terduduk, menyaksikan
sekumpulan anak-anak bermandi bersama
disungai yang lepas
disini ku terduduk menyaksikan itu semua
sambil menunggu matahari terbenam dan azan dikumandangkan
aku akan beranjak pergi
krueng pantoe, 30 agustus 2012 pada jam 18:24
layang-layang bermain lepas
dengan penuh warna-warni nya melayang di mega
disini ku terduduk, menyaksikan
hamparan padi terbentang luas
sekali-kali ku melihat dan mendengar teriakan petani
wuishhh huakkk
meneriaki burung pipit yang hinggap di padi mereka
disini ku terduduk, menyaksikan anak-anak bermain ria
bersenda gurau dengan kawan-kawan
disini ku terduduk, menyaksikan
sekumpulan anak-anak bermandi bersama
disungai yang lepas
disini ku terduduk menyaksikan itu semua
sambil menunggu matahari terbenam dan azan dikumandangkan
aku akan beranjak pergi
krueng pantoe, 30 agustus 2012 pada jam 18:24
![]() |
| Sumber : google |
Amr bin Jamuh adalah salah seorang
pemimpin Yatsrib pada masa jahiliyah. Dia ipar Abdull bin Amr bin Haram, juga
kepala suku Bani Salamah yang dihormati yang dihormati karena pemurah dan
memiliki peri kemanusiaan yang tinggi serta gemar menolong orang-orang yang
membutuhkan
Telah menjadi kebiasaan para bangsawan jahiliyah untuk menempatkan patung di rumah mereka masing-masing. Dengan demikian, mereka bisa mengambil berkah dan dan memuja patung tersebut setiap saat. Selain itu, untuk memudahkan mereka meletakkan sesajen sembari mengadukan keluhan-keluhan mereka pada waktu yang diperlukan.
Patung di rumah Amr bin Jamuh bernama “Manat”. Patung itu terbuat dari kayu, indah dan mahal harganya. Untuk perawatannya, Amr bin Jamuh terkadang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hampir setiap hari patung itu dibersihkan dan diminyaki dengan wangi-wangian khusus dan mahal.
Tatkala cahaya Islam mulai bersinar di Yatsrib dari rumah ke rumah, usia Amr bin Jamuh sudah lewat 60 tahun. Tiga orang putranya: Mu’awadz, Mu’adz dan Khalad, serta seorang kawan sebaya mereka, Mu’adz bin Jabal, telah masuk Islam di tangan Mush‘ab bin Umair, sang duta Islam. Bersamaan dengan ketiga putranya, masuk Islam pula ibu mereka Hindun, istri Amr bin Jamuh. Amr tidak mengetahui kalau mereka telah masuk Islam.
Saat itu, para bangsawan dan pemuka suku di Yatsrib (Madinah) telah banyak yang masuk Islam. Hindun yang sangat mencintai dan menghormati suaminya khawatir kalau suaminya mati dalam keadaan kafir lalu masuk neraka. Sebaliknya Amr sangat mencemaskan keluarganya yang akan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Dia takut putra-putranya terpengaruh oleh dakwah yang disebarkan oleh Mush’ab bin Umair. Karena dalam tempo singkat Mush’ab berhasil merubah agama orang banyak dan menjadikan mereka Muslim.
Oleh sebab itu, Amr selalu berkata kepada istrinya, “Hai Hindun, hati-hatilah menjaga anak-anak, agar mereka jangan sampai bertemu dengan orang itu (Mush ‘ab bin ‘Umair)!”
“Ya," jawab istrinya. "Tapi apakah kau pernah mendengar putra kita bercerita mengenai pemuda itu?”
“Celaka! Apakah Mu’adz telah masuk agama orang itu?" tanya Amr gusar.
“Tidak, bukan begitu! Tetapi Mu’adz pernah hadir dalam majelis orang itu, dia ingat kata-katanya,” jawab istrinya menenteramkan hati Amr.
"Panggillah dia kemari!” perintah suaminya.
Ketika Mu’adz hadir di hadapan ayahnya, Amr berkata, “Coba baca kata-kata yang pernah diucapkan orang itu. Bapak ingin mendengarkannya."
Mu’adz membacakan surat Al-Fatihah kepada bapaknya.
“Alangkah bagus dan indahnya kalimat itu. Apakah setiap ucapannya seperti itu?” tanya Amr.
“Bahkan lebih bagus dari itu. Bersediakah ayah baiat dengannya? Rakyat ayah telah banyak yang baiat dengan dia,” kata Mu’adz.
Orang tua itu diam sebentar. Kemudian dia berkata, “Aku tidak akan melakukannya sebelum musyawarah lebih dahulu dengan Manat. Aku menunggu apa yang dikatakan Manat.”
“Bagaimana Manat bisa menjawab? Bukankah itu benda mati, tidak bisa berpikir dan tidak bisa berbicara?” kata Mu’adz.
“Kukatakan padamu, aku tidak akan mengambil keputusan tanpa dia!” tegas Amr.
Putra-putranya mengetahui benar kapan ayah mereka menyembah berhala itu. Mereka juga tahu kalau hati ayah mereka mulai goyah. Oleh sebab itu, mereka mencari jalan bagaimana cara menghilangkan patung tersebut dari hati Amr bin Jamuh. Salah satu jalannya adalah menyingkirkan berhala tersebut dari rumah mereka dan membuangnya jauh-jauh.
Pada suatu malam, putra-putra Amr dan bersama Mu’adz bin Jabal menyusup ke dalam rumah lalu mengambil berhala tersebut dan membuangnya ke dalam lubang kotoran manusia. Tidak seorang pun yang mengetahui dan melihat perbuatan mereka itu.
Pagi harinya, Amr tidak melihat Manat di tempatnya. Ia bergegas mencari berhala tersebut dan akhirnya menemukan di tempat pembuangan kotoran. Bukan main marahnya Amr bin Jamuh melihat kondisi sesembahannya itu. Setelah membersihkan sang berhala dan memberinya wewangian, ia kembali meletakkannya di tempat semula.
Malam berikutnya, Muadz bin Jabal dan putra-putra Amr memperlakukan berhala itu seperti sebelumnya. Demikian juga pada malam-malam berikutnya. Akhirnya, habislah kesabaran Amr. Diambilnya pedang, kemudian digantungkannya di leher Manat, seraya berkata, " Hai Manat, jika kamu memang hebat, tentu bisa menjaga dirimu dari aniaya orang lain!"
Keesokan harinya, Amr bin Jamuh tidak menemukan berhalanya kembali. Ketika ia cari, benda tersebut ditemukannya di tempat pembuangan hajat, terikat bersama bangkai seekor anjing. Di saat ia keheranan, marah dan kecewa, muncullah beberapa pemuka Madinah yang telah masuk Islam. Sambil menunjuk berhala yang terikat dengan bangkai anjing itu, mereka berusaha mengetuk hati Amr bin Jamuh agar menggapai hidayah Allah.
Akhirnya ia sadar, bahwa Manat tak dapat berbuat apa-apa. Manat ternyata tak mempunyai sifat ketuhanan sedikit pun. Selama ini, ia berpikir bahwa kekayaan yang ia miliki itu datang dari Manat. Sekarang ia sadar, bahwa Manat bukanlah Tuhan yang dapat memberinya rezeki dan petunjuk.
Ia kemudian membersihkan badan dan pakaiannya, memakai wewangian, lalu bergegas menemui Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan keislamannya. Amr bin Jamuh merasakan bagaimana manisnya iman. Dia sangat menyesali dosa-dosanya selama dalam kemusyrikan. Maka setelah masuk Islam, ia mengarahkan seluruh hidupnya, hartanya, dan anak-anaknya dalam menaati perintah Allah dan Rasul-Nya.
Tatkala terjadi Perang Badar, Amr bin Jamuh bersiap-siap hendak turut bergabung, namun sayang Rasulullah tak mengizinkannya turut serta—melihat kondisinya yang renta dan pincang. Beliau memberikan keringanan padanya untuk tidak ikut berperang.
Namun ketika terjadi Perang Uhud, ia pun bersiap-siap hendak turut berjihad. Namun putra-putranya melarang. Ia pun nekat menemui Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, putra-putraku melarangku berbuat kebajikan. Mereka keberatan jika aku ikut berperang karena sudah tua dan pincang. Demi Allah, dengan pincangku ini, aku bertekad meraih surga."
Rasulullah pun akhirnya mengizinkan Amr bin Jamuh turut serta dalam Perang Uhud. Dengan suara mengiba ia memohon kepada Allah SWT, "Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk memperoleh syahid. Jangan kembalikan aku kepada keluargaku."
Tatkala perang berkecamuk, kaum Muslimin berpencar. Amr bin Jamuh berada di barisan paling depan. Dia melompat dan berjingkat seraya mengelebatkan pedangnya ke arah musuh-musuh Allah, sambil berteriak, "Aku ingin surga, aku ingin surga!"
Apa yang didambakan Amr akhirnya terwujud jua. Ia gugur sebagai syahid bersama beberapa sahabat lainnya. Tatkala perang berakhir, Rasulullah SAW memerintahkan untuk memakamkan jasad Abdullah bin Amr bin Haram dan Amr bin Jamuh dalam satu liang lahat. Semasa hidup, mereka berdua adalah sahabat setia yang saling menyayangi. Dalam riwayat lain disebutkan, Amr bin Jamuh dimakamkan satu liang dengan putranya, Khalad bin Amr.
Setelah 46 tahun berlalu, tanah pemakaman itu dilanda banjir. Kaum Muslimin terpaksa memindahkan jasad para syuhada. Kala itu, Jabir bin Abdullah bin Haram—putra Abdullah bin Amr bin Haram—masih hidup. Bersama keluarganya, ia memindahkan jasad ayahnya, Abdullah bin Haram dan Amr bin Jamuh. Mereka mendapatkan kedua jasad syuhada itu tetap utuh. Tak sedikit pun dari tubuh mereka yang dimakan tanah. Bahkan keduanya seperti tertidur nyenyak dengan bibir menyunggingkan senyum.
Sumber :www.republika.co.id
Telah menjadi kebiasaan para bangsawan jahiliyah untuk menempatkan patung di rumah mereka masing-masing. Dengan demikian, mereka bisa mengambil berkah dan dan memuja patung tersebut setiap saat. Selain itu, untuk memudahkan mereka meletakkan sesajen sembari mengadukan keluhan-keluhan mereka pada waktu yang diperlukan.
Patung di rumah Amr bin Jamuh bernama “Manat”. Patung itu terbuat dari kayu, indah dan mahal harganya. Untuk perawatannya, Amr bin Jamuh terkadang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hampir setiap hari patung itu dibersihkan dan diminyaki dengan wangi-wangian khusus dan mahal.
Tatkala cahaya Islam mulai bersinar di Yatsrib dari rumah ke rumah, usia Amr bin Jamuh sudah lewat 60 tahun. Tiga orang putranya: Mu’awadz, Mu’adz dan Khalad, serta seorang kawan sebaya mereka, Mu’adz bin Jabal, telah masuk Islam di tangan Mush‘ab bin Umair, sang duta Islam. Bersamaan dengan ketiga putranya, masuk Islam pula ibu mereka Hindun, istri Amr bin Jamuh. Amr tidak mengetahui kalau mereka telah masuk Islam.
Saat itu, para bangsawan dan pemuka suku di Yatsrib (Madinah) telah banyak yang masuk Islam. Hindun yang sangat mencintai dan menghormati suaminya khawatir kalau suaminya mati dalam keadaan kafir lalu masuk neraka. Sebaliknya Amr sangat mencemaskan keluarganya yang akan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Dia takut putra-putranya terpengaruh oleh dakwah yang disebarkan oleh Mush’ab bin Umair. Karena dalam tempo singkat Mush’ab berhasil merubah agama orang banyak dan menjadikan mereka Muslim.
Oleh sebab itu, Amr selalu berkata kepada istrinya, “Hai Hindun, hati-hatilah menjaga anak-anak, agar mereka jangan sampai bertemu dengan orang itu (Mush ‘ab bin ‘Umair)!”
“Ya," jawab istrinya. "Tapi apakah kau pernah mendengar putra kita bercerita mengenai pemuda itu?”
“Celaka! Apakah Mu’adz telah masuk agama orang itu?" tanya Amr gusar.
“Tidak, bukan begitu! Tetapi Mu’adz pernah hadir dalam majelis orang itu, dia ingat kata-katanya,” jawab istrinya menenteramkan hati Amr.
"Panggillah dia kemari!” perintah suaminya.
Ketika Mu’adz hadir di hadapan ayahnya, Amr berkata, “Coba baca kata-kata yang pernah diucapkan orang itu. Bapak ingin mendengarkannya."
Mu’adz membacakan surat Al-Fatihah kepada bapaknya.
“Alangkah bagus dan indahnya kalimat itu. Apakah setiap ucapannya seperti itu?” tanya Amr.
“Bahkan lebih bagus dari itu. Bersediakah ayah baiat dengannya? Rakyat ayah telah banyak yang baiat dengan dia,” kata Mu’adz.
Orang tua itu diam sebentar. Kemudian dia berkata, “Aku tidak akan melakukannya sebelum musyawarah lebih dahulu dengan Manat. Aku menunggu apa yang dikatakan Manat.”
“Bagaimana Manat bisa menjawab? Bukankah itu benda mati, tidak bisa berpikir dan tidak bisa berbicara?” kata Mu’adz.
“Kukatakan padamu, aku tidak akan mengambil keputusan tanpa dia!” tegas Amr.
Putra-putranya mengetahui benar kapan ayah mereka menyembah berhala itu. Mereka juga tahu kalau hati ayah mereka mulai goyah. Oleh sebab itu, mereka mencari jalan bagaimana cara menghilangkan patung tersebut dari hati Amr bin Jamuh. Salah satu jalannya adalah menyingkirkan berhala tersebut dari rumah mereka dan membuangnya jauh-jauh.
Pada suatu malam, putra-putra Amr dan bersama Mu’adz bin Jabal menyusup ke dalam rumah lalu mengambil berhala tersebut dan membuangnya ke dalam lubang kotoran manusia. Tidak seorang pun yang mengetahui dan melihat perbuatan mereka itu.
Pagi harinya, Amr tidak melihat Manat di tempatnya. Ia bergegas mencari berhala tersebut dan akhirnya menemukan di tempat pembuangan kotoran. Bukan main marahnya Amr bin Jamuh melihat kondisi sesembahannya itu. Setelah membersihkan sang berhala dan memberinya wewangian, ia kembali meletakkannya di tempat semula.
Malam berikutnya, Muadz bin Jabal dan putra-putra Amr memperlakukan berhala itu seperti sebelumnya. Demikian juga pada malam-malam berikutnya. Akhirnya, habislah kesabaran Amr. Diambilnya pedang, kemudian digantungkannya di leher Manat, seraya berkata, " Hai Manat, jika kamu memang hebat, tentu bisa menjaga dirimu dari aniaya orang lain!"
Keesokan harinya, Amr bin Jamuh tidak menemukan berhalanya kembali. Ketika ia cari, benda tersebut ditemukannya di tempat pembuangan hajat, terikat bersama bangkai seekor anjing. Di saat ia keheranan, marah dan kecewa, muncullah beberapa pemuka Madinah yang telah masuk Islam. Sambil menunjuk berhala yang terikat dengan bangkai anjing itu, mereka berusaha mengetuk hati Amr bin Jamuh agar menggapai hidayah Allah.
Akhirnya ia sadar, bahwa Manat tak dapat berbuat apa-apa. Manat ternyata tak mempunyai sifat ketuhanan sedikit pun. Selama ini, ia berpikir bahwa kekayaan yang ia miliki itu datang dari Manat. Sekarang ia sadar, bahwa Manat bukanlah Tuhan yang dapat memberinya rezeki dan petunjuk.
Ia kemudian membersihkan badan dan pakaiannya, memakai wewangian, lalu bergegas menemui Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan keislamannya. Amr bin Jamuh merasakan bagaimana manisnya iman. Dia sangat menyesali dosa-dosanya selama dalam kemusyrikan. Maka setelah masuk Islam, ia mengarahkan seluruh hidupnya, hartanya, dan anak-anaknya dalam menaati perintah Allah dan Rasul-Nya.
Tatkala terjadi Perang Badar, Amr bin Jamuh bersiap-siap hendak turut bergabung, namun sayang Rasulullah tak mengizinkannya turut serta—melihat kondisinya yang renta dan pincang. Beliau memberikan keringanan padanya untuk tidak ikut berperang.
Namun ketika terjadi Perang Uhud, ia pun bersiap-siap hendak turut berjihad. Namun putra-putranya melarang. Ia pun nekat menemui Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, putra-putraku melarangku berbuat kebajikan. Mereka keberatan jika aku ikut berperang karena sudah tua dan pincang. Demi Allah, dengan pincangku ini, aku bertekad meraih surga."
Rasulullah pun akhirnya mengizinkan Amr bin Jamuh turut serta dalam Perang Uhud. Dengan suara mengiba ia memohon kepada Allah SWT, "Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk memperoleh syahid. Jangan kembalikan aku kepada keluargaku."
Tatkala perang berkecamuk, kaum Muslimin berpencar. Amr bin Jamuh berada di barisan paling depan. Dia melompat dan berjingkat seraya mengelebatkan pedangnya ke arah musuh-musuh Allah, sambil berteriak, "Aku ingin surga, aku ingin surga!"
Apa yang didambakan Amr akhirnya terwujud jua. Ia gugur sebagai syahid bersama beberapa sahabat lainnya. Tatkala perang berakhir, Rasulullah SAW memerintahkan untuk memakamkan jasad Abdullah bin Amr bin Haram dan Amr bin Jamuh dalam satu liang lahat. Semasa hidup, mereka berdua adalah sahabat setia yang saling menyayangi. Dalam riwayat lain disebutkan, Amr bin Jamuh dimakamkan satu liang dengan putranya, Khalad bin Amr.
Setelah 46 tahun berlalu, tanah pemakaman itu dilanda banjir. Kaum Muslimin terpaksa memindahkan jasad para syuhada. Kala itu, Jabir bin Abdullah bin Haram—putra Abdullah bin Amr bin Haram—masih hidup. Bersama keluarganya, ia memindahkan jasad ayahnya, Abdullah bin Haram dan Amr bin Jamuh. Mereka mendapatkan kedua jasad syuhada itu tetap utuh. Tak sedikit pun dari tubuh mereka yang dimakan tanah. Bahkan keduanya seperti tertidur nyenyak dengan bibir menyunggingkan senyum.
Sumber :www.republika.co.id
KETEGUHAN Fachri dalam film Ayat-ayat Cinta ternyata tidak hanya berhasil membuat Maria yang diperankan oleh Carissa Putri jatuh cinta pada Islam, tetapi juga telah menggugah hati Yong Sui Kim untuk menemukan jalan kebenaran di dalam hidupnya.
Yong Sui Kim adalah gadis keturunan Cina berusia 18 tahun yang dilahirkan di Meulaboh, 12 April 1994. Kedua orang tuanya, Darman (alm.) dan Paulina, merupakan penganut agama Budha. Sejak kecil, Yong Sui Kim, yang kini beralih nama menjadi Nur Masyitah Fitria Ramadhani, ini hidup dalam ajaran agama Budha.
Sebelum menjadi muslim, Yong Sui Kim memiliki nama Indonesia Santi. Setelah menjadi muslim, ia lebih suka dipanggil dengan nama mualafnya karena menurutnya memiliki arti yang sangat indah, yaitu cahaya keteguhan Masyitah di bulan Ramadan menjelang hari yang fitri.
Orang tuanyalah yang mengajarkan agama Budha kepadanya sejak ia kecil. Namun, semua yang diajarkan oleh orang tuanya itu pelan-pelan bergejolak setelah ia menonton film Ayat-ayat Cinta yang diperankan oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, dan Carissa Putri. Gejolak tersebut kemudian menjadi perasaan yang menggebu-gebu dan mendorong jiwanya untuk pindah keyakinan.
“Sebenarnya, sudah dari kelas 2 SMP Syitah tertarik masuk Islam, tapi masih tertunda, takut putus sekolah gara-gara masuk Islam. Jadi, niatnya ditunda dulu dan selama masa penundaan itu, Syitah mendalami lagi tentang Islam,” ujar gadis bermata sipit yang dipanggil Syitah kepada The Atjeh Times.
Perasaan itu terus ia pendam sampai beberapa tahun kemudian. Hingga akhirnya, saat kelas 3 SMA bertepatan dengan 27 Ramadan 1431 Hijriah atau 2010 Masehi, ia memutuskan mengucap dua kalimat syahadat untuk mengukuhkan keislamannya.
Sebelum menjadi Muslim, ia sudah mempelajari tentang akhlak Islam, tentang halal haram, serta tentang perintah untuk berpuasa. “Syitah pernah coba berpuasa selama beberapa hari. Syitah tahu kalau puasa Syitah tersebut tidak diterima dan tidak ada pahalanya, tapi itu memberikan kebahagiaan sendiri bagi Syitah,” ujarnya. Untuk itu, ia pun menyimpan makan siangnya untuk berbuka dan makan malamnya untuk makan sahur.
Selain itu, gadis berkulit kuning langsat yang kini kuliah di Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala ini sudah menyadari konsekuensi yang ia terima. Ia pun sudah siap dengan berbagai ketentuan dalam Islam yang harus dilakukan oleh seorang Muslim.
Menjadi mualaf bukan berarti kehidupan Masyitah masih berjalan seperti biasanya. Ia sempat merahasiakan keislamannya pada orang tua dan kerabatnya. Untuk salat, ia terpaksa melakukannya secara sembunyi-sembunyi di dalam kamarnya.
Namun, serapat apa pun Yong Sui Kim menyembunyikan keislamannya, sang ibu akhirnya mengetahui juga. Ia mengatakan, intervensi dari keluarganya begitu besar. Oleh sang ibu ia diminta kembali memeluk agama Budha.
“Akhirnya, Syitah mengaku, tapi Syitah bilang tetap ingin menjadi Muslim. Kalau keluar lagi, namanya murtad. Mama bisa melarang Syitah apa saja, tapi mama tidak bisa melarang Syitah untuk selalu menyembah Allah,” ungkapnya.
Setelah itu, ibundanya tak pernah lagi melarang Masyitah melakukan ritual ibadah sebagai seorang muslim. Namun, bukan berarti ia rela putrinya itu menjadi seorang muslim. Ia tak pernah bosan menyuruh Masyitah untuk menanggalkan kerudungnya. Bahkan, pernah kerudung yang dipakainya ditarik, lalu dilempar, dan diinjak-injak oleh ibunya.
“Tapi, Syitah tidak terbebani dengan apa yang terjadi dalam hidup. Semua ini jadi plong ketika Syitah mengadu dan berserah diri kepada Allah,” ujarnya sambil tersenyum. Menurutnya, hal yang paling disenangi setelah ia berislam adalah saat ia diliputi kemurungan dan kegundahan, terutama saat teringat pada keluarganya. Ia bisa bercerita kepada sang Pencipta dalam sujud salatnya.
Baginya Islam adalah berkah luar biasa yang pernah ia rasakan. Baginya agama Islam bukan sekadar mengajarkan seseorang untuk hidup, tetapi juga semuanya jelas siapa yang harus disembah, berada di mana seseorang setelah kehidupan berakhir, dan amalan-amalan apa yang harus dicari sebagai bekal kelak, semuanya sudah jelas.
Mengenai takdirnya ini, dengan bijak Yong Sui Kim mengatakan jika semua orang sudah mempunyai garis takdir masing-masing. “Dan kali ini takdir Syitah menuju kebaikan tersangkut di Ayat-ayat Cinta,” ujarnya.
Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah
satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad
dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang
diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang
berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.
Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di
Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat
dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang
studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.
Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu
bener-bener mukjizat. gw pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum
(hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu
tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu
tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu.
Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh
juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat
145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang
disebutin dalam alquran surat
Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di
internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key word nya
keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri
presentasinya.
Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar
masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang
kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di
salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya
tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.
Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan
hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz!
ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane ya? Gini jadi mukjizat kalo
diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai 'senjata'
untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa
AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih
mukjizat nabi Musa AS 'menyerupai' sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya
yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi
Isa AS
berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada
nabi Isa AS
mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada
masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka
Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu
sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”
Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah
nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba
ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23
'dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan
kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar,'
dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih
garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang
Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu
suratnya niru-niru al-fiil. Dan surat
gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan
maknanya betul-betul jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa
dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak
mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap
sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya 'dan
sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan' Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun
mengakhiri makalah yang dibawakannya.
Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran
menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah
seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta.
Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah
mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih
dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang
akademisnya.
Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film
Hollywood, Ilmi
pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat
atau gak? terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane
dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan
tak bukan adalah karena kebenarannya dalam 'meramal' masa depan. Betul gak
Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan
menganggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.
Ilmi melanjutkan “surat
al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep
kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat
itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum
bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau
pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari
dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di
situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu subhanallah terjadi
beberapa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah
maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.
Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah
memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke
Madinah. Dan subhanallah hal itu terbukti.”
Fenomena "Al-Fisbukiyyah" dalam Al-Qur'an
“Ah itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT
sesuai sama studi ente?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss,
tenang-tenang ane kan
belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane
bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini
kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan
Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari
mulut Ilmi. “ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran
sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad sang Cagur
(Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen
Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah
benar kata Facebook ada di dalam alquran. Dengan mencoba mentashrif pola-pola
fi’il.
Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba ente
berdua buka surat
Al-Ma’arij ayat 19-21
"'Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka
mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila
mendapat kebaikan dia jadi kikir.'
Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah
"Al-Fisbukiyyah" secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka.
Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip
sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul,
cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak
ketinggalan. Dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. Dikasih panas ngeluh
kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis,
rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang
dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ane belum menemukan ada orang
yang lagi sholat update status 'lagi roka’at dua nih' naudzubillah kalo sampai
ada!” canda Ilmi.
Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan
Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan 'apabila dapat kebaikan maka ia
kikir.' Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa
orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau
ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu.
Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi
giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”
“Ah, lo iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini
Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ane rasa jaim itu perlu,
dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan
update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik
pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun
salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu
tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak
malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan
lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.
Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan
mengaitkan surat
Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia
maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu.
Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun
dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia
mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.
Diskusi kali ini pun berakahir seiring
dikumandangkannya adzan maghrib sebagai pertanda masuknya waktu sholat maghrib
wAllahu a'lam bisshowab...
diambil dari buku:Laki-Laki Sholeh & Wanita
Sholehah
Semoga tulisan sederhana ini membawa banyak manfaat
bagi yang membacanya. Segala kesalahan adalah dari saya pribadi, untuk itu saya
mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kebenaran itu mutlak milik
Allah Azza Wa Jalla...Wallahu Musta'an
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa
anta astaghfiruka wa atuubu ilaika . . ..
Sumber : Ane dapatkan dari sebuah grup di facebook Berbagi Ilmu Sesama Muslim yang di posting oleh Syahrul Id
Seharusnya kita marah bila ada orag yang melecehkan perempuan hanya karena dia seorang perempuan. Inganlah ibu kita seorang perempuan, saudara kita juga ada yng perempuan, dan kita juga pernah satu tubuh langsung dengan ibu kita ketika kita nmasih dalam kndungannya, dan kita dirawat dengan baik olehnya sehingga kita dapat melihat indahnya dunia ini.
Semua lelaki membutuhkan perempuan, bahkan nabi SAW sendiri juga membutuhkan perempuan untuk menyalurkan cintanya. Tanpa perempuan hati lelaki akan remuk dan hancur bahkan akan saling menghancurkan, karena sosok peerempuan behitu penting bagi kaum adam. Bahkan ada yang saling membunuh memperebutkan seorang perempuan, ingatkah kita akan cerita 2 bersaudara Habil dan Qabil…???
Dan dibalik setiap kesuksesan seseorang pasti ada sosok perempuan dibelakangnya. Itulah sesbabnya operempuan harus dihormati dan dicintai. Seperti hadist nabi SAW : “perempuan dan wewangian, dan shlat menjadi buah mata kesukaanya” (HR Annasa’I melalui Anas Ibnu Malik) dan “dunia ini adalah kesenganangan dan yang paling menyenangkan adalah perem[puan yang shaleha” (HR Muslim dan Nasa’I melalui Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-Ash)
Wanita muda hari ini adalah pejuang peradaban yang akan menjadi sandaran kemajuan. Karena dari rahimnya banyak lahir orang-orang besar yang banyak akan dicatat dalam sejarah. Siapapun kita harulah member penghormatan kepada wanita yang akan menjadi ibu buat anak-anak kita nantinya. Kaerena banyak wanita yang tidak hanya menjadi ibu tetapi juga menjadi ayah buat anak-anaknya.
Wanita mulia adalah wanita yang menjaga kehormatannya bukan wanita yang bersembunyi dibalik topeng yang menuntut kesamaan derajat dengan kaum adam disegala bidang.
ABOUT AUTHOR
LATEST POSTS
-
Beberapa Jenis Bunga yang ada di Hutan Kota BNI Banda Aceh Apa yang terbayang di benak Anda, bila ane berbicara tentang hutan. Pasti ...
-
Sumber Gambar: curhatsultan.blogspot.com Menjadi mahasiswa itu sudah menjadi pilihan wajib ketika lulus dari SMA, meski tidak semua ora...
-
Masjid Putih dari Depan Masjid menjadi ikon yang menarik bila kita berada Aceh, hal ini karena di landasi gelar untuk Aceh sendi...
-
ASUS, sebenarnya tidak terbayang mengapa saya harus membeli laptop bermerek ASUS Slimbook X401U. Awalnya sih karena desakan seorang teman y...
-
Foto : asus.com Baru-baru ini Asus kembali mengeluarkan produk terbaru dengan kualitas dan teknologi yang semakin canggih membuat Asus s...
-
Objek Wisata Suak Panteubreuh Dalam perjalanan balik dari Kuala Batee, Abdya menuju Banda Aceh, banyak sekali hal yang ingin ane bagika...
-
foto: wazowalvsky.blogspot.com Penyebab Laptop Sering Mati dan Cara Mengatasinya > Jika kamu pernah mengalami katika kamu sedang a...
Categories
- #1othnTsunamiAceh
- #CatatanKKN
- #CharmingBandaAceh
- 10 Sinetron tidak layak nonton
- 10 tahun tsunami Aceh
- 17 Agustus
- 17 Agustus 2014
- 23 is my age
- 50:50 Antara Hidup dan Mati
- 50/50 movie
- Abdya
- Abu Hamzah
- Aceh Barat
- Aceh Barat Daya
- Acehku
- Afgan
- Afgan - Sabar
- al gazali
- All About Fatin
- Android apps
- anime
- Anna Kendrick
- asus
- ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku
- ASUS Slimbook
- ASUS Slimbook X401U
- Asus Smartphone
- ASUS ZenFone
- Asus Zenfone 2 Laser
- Asus Zenpad C 7.0
- asus zenpad pusat hiburan dan multimedia di tangan anda
- Asus zenpad pusat hiburan dan multimedia terlengkap
- Atlentico unggul 1-0 Real Madrid
- Baba Studio
- babi
- Banda Aceh
- Bank Aceh
- Bantuan Sosial
- Bayi
- Beasiswa LPDP
- Beban ekonomi TB
- Berbagi
- blood for life
- Bola
- Brasil vs Kroasia
- budaya
- budi doremi
- bui
- bunuh diri
- bunuh diri karena kartun naruto
- caleg
- Catatan
- Catatan Mahasiswa
- Cerita Alam Dari Pesisir
- cerita hari ini
- coba-coba
- Daihatsu Sirrion
- Daihatsu Sirrion Pilihan Tepat Anak Muda
- Daihatsu Sirrion Sporty dan Stylist
- david archuleta
- Diari Hujan
- Donor Darah
- Donor Darah Himakasi Unsyiah
- Download
- Download lagu terbaru 2014
- dr Zaini Abdullah
- dua tahun pemerintahan zikir
- dunia bola
- Dunia Hamster
- Elektronik
- English Version
- Entertainmen
- Epic 2013
- episode baru
- eva celia
- Fatih Seferagic
- Fatih Seferagic Idola baru kaum perempuan. Fatih Seferagic penghafal Al-Qur'an
- Fhoto
- Fieldtrip
- Film Pendek
- Final Liga Champion 2014
- Fisip Unsyiah
- FLP Aceh
- Free Download
- free mp3 terbaru 2014
- Galang Dana
- gatget
- Gedget
- Gita Gutawa
- Goresan Penaku
- harga samsung A5 A500F 4G LTE
- harga smartphone
- Hari kemerdekaan Indonesia
- Hewan Peliharaan
- Himaksi Unsyiah
- Independen Day Of Indonesia
- info
- Ippelmakuba
- IslamPedia
- Jalan-jalan
- jangan takut donor darah
- JKT48
- Jonathan Levine
- Joseph Gordon Levitt
- Judika
- Kampus Cyber
- Kampus Impian
- karun
- kebahagiaan
- kebakaran bank aceh
- Kesehatan
- Kesehatan Hewan
- keteguran
- Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
- KIP Aceh
- Komunikasi Unsyiah
- Kopi Luwak
- Kopi Paste
- KPI
- kritis
- Lagu Bagus
- laptop
- laptop ASUS
- lifestyle
- Liga Champion
- lomba
- lomba blog
- Lomba Blog Kebencanaan 2014
- lomba menulis kebencanaan
- Luwak
- Mahasiswa Berprestasi
- Mahasiswa Online
- Makalah
- Masjid
- Masjid istiqlal
- masjid istiqlalnya Aceh
- Masjid Putih
- masjid putih darussalam
- melayu
- Mengenal Yoshi Sudarso
- Mengerti bencana lewat film
- Mp3
- muallem
- Musibah
- Muzakkir Manaf
- naruto
- news fhoto
- Noah
- notebook ASUS
- notebook terbaik
- Nyala Satu Tumbuh Seribu
- opini
- Paskibraka
- Pemerintahzn Zikir
- pemilu
- pemilu 9 April 2014
- Pendidikan
- Penyakit Rabies
- Penyakit Rabies pada Luwak
- Perempuan dan perdamaian
- piala dunia
- PMI
- PMI Aceh
- politik uang
- Power ranger 2015
- power ranger Dino Charge
- Puisi
- Rabies Luwak
- radio heart
- Rangkaian Kata
- Real Madrid VS Atlentico Madrid
- Rencong
- Reportase
- review blog
- Review Film dan Buku
- review samsung galaxy a5 a500f 4g lte
- rihanna
- rossa
- Sabar
- Safiyya Karra
- Samatiga
- Samsung Galaxy A5 A500F 4G LTE
- sang pemenag
- SBY
- Serial Power ranger
- Seth Rogen
- seumapa
- shakira
- Shane Filan
- Sifat orang jepang yang patut ditiru
- sinetron Indonesia
- smartphone
- smartphone 4G
- smartphone android
- Smartphone Berkamera Hebat dengan Laser Auto Focus
- smartphone murah
- smartphone terbaik
- smartphones
- Sosok
- sosok penghafal Al-Qu'an fenomenal
- Stranger By The Day
- suap
- taman
- taman hutan Kota BNI
- TDMRC
- Teguran KPI
- Tentang Saya
- Tentangmu
- Thalassemia
- Tidak semua Kartun Bisa di Tonton Oleh Anak-Anak
- tradisi
- Tsunami
- Tuberkulosis
- Tugas Kuliah ku
- Tulisan Sahabat
- Ubudiyah Blog Contest 2015
- Ulang Tahun
- Unik
- uu pemilu 2012
- UUI
- Vidio
- viva word cup 2014
- wisata
- wisata Banda Aceh
- wisata Pantai
- Wisata Panteubreuh
- wisata religi
- Xiaomi Red 2
- Yamaha Fino FI
- Yoshi Sudarso
- Yoshua Sudarso
- Zenfone 2 Laser
- Zenpad sebagai pusat hiburan dan multimedia mobile
- ZIKIR
Recent Posts
Powered by Blogger.



