Sayangi Ibumu Teman


Kisah Mengharukan, Ibu Ini Kehilangan 9 Liter Darah Saat Lahirkan Anaknya

Dean Fisher, mengumpulkan semua anggota keluarganya. Bukan untuk sekedar pertemuan biasa, namun untuk menghadapi sebuah keadaan hidup dan mati, saat sang istri, Heather, harus melahirkan dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Heather Fisher (36), berhasil bersatu kembali dengan putri kecilnya, setelah sebelumnya, harus kehilangan sembilan liter darah saat proses melahirkan.

Sang suami, Dean, hanya bisa berharap cemas, saat melihat suster dari Kettering General Hospital, yang mengurus kelahiran istrinya, harus berlari ke sana kemari mencari tambahan darah untuk sang istri agar tetap hidup.

Heather, yang berasal dari Corby, Northamptonshire, Inggris, mengatakan benar-benar sangat bersyukur dan berterimakasih atas kerja keras semua orang di rumah sakit.

"Kami sadar bahwa proses melahirkan ini amat sangat berisiko akibat bekas luka sesarku dulu, yang membuatku harus menghadapi kenyataan akan kehilangan banyak darah saat melahirkan,” ucapnya.

”Hal terakhir yang kuingat hanya saat dokter memberikan penenang kepadaku, dan menunjukkan anakku ke hadapanku setelah berhasil kulahirkan.

Aku tak dapat mengingat banyak, selain diberitahu bahwa suster harus bekerja ekstra untuk mencari darah tambahan untukku,” lanjutnya.

Enam hari setelah operasi, pada Kamis (23/7/2015), ia dan putrinya kembali bersatu setelah perjuangan yang cukup melelahkan.

Dia dan sang suami sadar, bekas luka sesar sang istri dulu membuat sang istri cukup kesusahan saat melahirkan.

Saat tiba di rumah sakit, Heather mengalami apa yang disebut dengan kontraksi Braxton Hicks, yang membuatnya harus diberi suntikan steroid untuk memperlambat keluarnya bayi, dengan mengurangi kontraksi secara perlahan.

Meski obat yang diberikan berhasil memperlambat kontraksinya, sudah dipastikan bahwa ia harus segera melahirkan.

Dokter bekerja dengan cepat memberikan penanganan medis sebelum akhirnya membawanya ke ruang operasi, yang berlangsung selama 4 jam 20 menit.

”Berkat pengaruh obat, kontraksi diperlambat selama 48 jam. Namun setelah pengaruhnya menghilang, aku merasa bahwa putriku, Jasmine, akan segera keluar dalam waktu kurang dari setengah jam lagi,” ungkapnya.

”Setelah berhasil kulahirkan, aku mendengar tangisannya. Dan setelah itu aku dibawa ke ruang operasi.”

”Aku berada dalam masa pemulihan selama beberapa hari, sebelum akhirnya peralatan penunjang bisa dilepaskan dari tubuhku. Yang paling banyak ku ingat adalah kebaikan semua staff rumah sakit kepadaku dan keluargaku.”

”Aku diberitahu bahwa mereka sempat berfikir bahwa aku akan meninggal. Salah seorang suster menghipnotisku untuk membantu menenangkanku setelah proses melahirkan, sembari membuat mengingat semua kenangan saat kau berlibur dengan keluargaku di Republik Dominika,” lanjutnya.

Dean, sang suami, mengatakan, tahu keadaan istrinya sangat berbahaya. Heather kehilangan sembilan liter darah saat melahirkan, meski sebenarnya tubuh manusia hanya bisa menahan saat kehilangan sekitar lima liter saja.

”Tapi dengan menggunakan sebuah alat khusus, tim medis berhasil memompa darah ke tubuhnya. Aku benar-benar sangat cemas, tapi semua keluargaku menyemangatiku, sementara tim medis bekerja. Dan akhirnya, istriku dan anakku berhasil selamat,” ucapnya.

”Tim dokter tak hanya menyelamatkan istriku dan bayiku saja. Mereka juga menyelamatkan ibu dari keempat anakku yang lainnya,” lanjutnya.

Sunil Doshi (49), seorang konsultan obstetri dan ginekologi dari Kettering General Hospital, mengkonfirmasikan bahwa kasus yang dialami Heather sangatlah langka dan sangat beruntung ia berhasil selamat.

”Situasi yang dialami Heather adalah kehamilannya berlokasi di bekas luka lama sesar miliknya dulu. Saat janinnya menempel di dinding otot dari rahim, akan sangat sulit untuk memisahkan plasenta dan akan sangat sulit mengeluarkan bayinya saat sudah waktunya melahirkan.”

”Akan ada banyak jaringan pembuluh darah tidak normal yang akan mengeluarkan darah saat proses kelahiran terjadi. Ini berarti kami harus melakukan proses kelahiran secara sesar untuk mengeluarkan sang bayi.”

”Akan ada banyak darah keluar dari bekas tempat awal plasenta tersebut menempel.”

"Kami punya mesin khusus, yang amat sangat berguna dan membantu mengembalikan sekitar dua liter darahnya dari sembilan liter yang hilang. Sisanya diambil dari bank darah.”

”Aku sudah 11 tahun bekerja di Kettering General Hospital dan hal ini adalah kasus kehilangan darah terbanyak yang tak pernah kau temui selama menjadi dokter,” lanjutnya.


Sumber: akun line prestigeholics

Share:

1 komentar